Jumat, 04 Januari 2019 12:47 WIB

Wasekjen Demokrat Sebut Penggerudukan Rumahnya Seperti Negara Komunis

Editor : Eggi Paksha
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief mengungkapkan polisi telah mendatangi rumahnya di Lampung.

Dia pun mempertanyakan alasan kepolisian melakukan tindakan tersebut. "Rumah saya di Lampung digeruduk dua mobil Polda mengaku cyber. Pak Kapolri, apa salah saya. Saya akan hadir secara baik-baik kalau saya diperlukan," kata Andi melalui akun Twitternya, @AndiArief_, Jumat (4/1/2019). 

Andi mengatakan, Indonesia bukan negara komunis. Menurut dia, aksi penggerudukan rumahnya di Lampung seperti terjadi di negara komunis.
 
"Ini bukan negara komunis. Penggerudukan rumah saya di lampung seperti negara komunis. Mohon hentikan Bapak Presiden," kicaunya.

Dia berpesan kepada Kapolri agar tidak memperlakukannya sebagai seorang teroris. "Kenapa saya hendak diperlakukan sebagai teroris. Saya akan hadir jika dipanggil dan diperlukan," tulisnya. 
.
Sebelumnya, nama Andi Arief disebut-sebut dalam isu penyebaran hoaks tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara. 

Nama Andi Arief terseret persoalan tersebut lantaran sebelumnya memposting di akun Twitternya tentang isu adanya surat suara yang sudah dicoblos. 
 
"Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya, karena ini kabar sudah beredar," cuit Andi dalam akun Twitternya, @AndiArief, Rabu 2 Januari 2019.

Postingan Andi dipersoalan oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto yang menilai pernyataan Andi bersifat provokasi dan membahayakan. Hasto juga menilai kicauan Andi di Twitter memenuhi delik hukum.(exe/ist)


0 Komentar