Sabtu, 22 Desember 2018 06:20 WIB

Turki Ambil Alih Perjuangan Lawan ISIS

Editor : Eggi Paksha
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Turki akan mengambil alih perang melawan militan Negara Islam (IS) di Suriah saat Amerika Serikat (AS) menarik pasukannya.

Hal itu ditegaskan oleh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Dalam sebuah pidato di Istanbul, Erdogan mengatakan Turki akan memobilisasi untuk memerangi pasukan Negara Islam yang tersisa di Suriah dan menunda rencana untuk menyerang para pejuang Kurdi di timur laut negara itu, pergeseran yang dipicu oleh keputusan Amerika untuk mundur.

"Kami akan bekerja pada rencana operasional kami untuk menghilangkan elemen ISIS, yang dikatakan tetap utuh di Suriah, sejalan dengan percakapan kami dengan Presiden Trump," kata Erdogan, mengacu pada Negara Islam seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (22/12/2018).

Sebelumnya Presiden AS, Donald Trump menyatakan, kini saatnya negara lain menggantikan posisi AS sebagai "polisi" di Timur Tengah dan berjuang untuk melawan kelompok teror di kawasan itu.

Hal itu diungkapkan Trump setelah sebelumnya mengumumkan akan menarik pasukan AS dari Suriah dan mengklaim kemenangan atas ISIS di Suriah.

Melalui akun Twitternya, Trump membela keputusan untuk menarik semua tentara AS dari Suriah. Dia menyatakan, sudah cukup bagi AS hambur-hamburkan uang di Timur Tengah untuk melindungi orang-orang yang tidak senang kepada AS. 

"Keluar dari Suriah bukanlah suatu kejutan. Saya telah berkampanye selama bertahun-tahun, dan enam bulan yang lalu, ketika saya sangat terbuka untuk melakukannya, saya setuju untuk tinggal lebih lama. Rusia, Iran, Suriah dan lainnya adalah musuh lokal ISIS. Kami sedang melakukan pekerjaan di sana. Saatnya pulang dan membangun kembali," kicau Trump.(exe/ist)


0 Komentar