Jumat, 14 Desember 2018 10:49 WIB

Total Harta Orang Terkaya RI Meningkat

Editor : Eggi Paksha
Ilustrasi Dolar AS. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Total harta 50 orang terkaya di Indonesia dalam daftar Forbes mencapai rekor baru USD129 miliar (Rp1.870 triliun), naik dari tahun sebelumnya yang sebesar USD126 miliar.

Peningkatan jumlah kekayaan itu terjadi seiring pertumbuhan ekonomi dan kenaikan indeks bursa saham sebesar 4,4% dalam 12 bulan terakhir. Enam dari 10 orang terkaya di Indonesia menjadi lebih kaya bila dibandingkan dengan setahun silam, termasuk dua bersaudara Hartono yang telah menduduki posisi puncak selama 10 tahun berturut-turut.

“Mereka diuntungkan dengan penguatan di Bank Central Asia (BCA) yang mencakup 70% kekayaan mereka USD35 miliar,” papar laporan Forbes seperti dikutip kemarin.

Kendati total kekayaan 50 taipan tersebut meningkat cukup signifikan, jumlahnya tetap di bawah harta orang terkaya di dunia Jeff Bezos yang memiliki harta USD137,4 miliar. Bos dan pendiri Amazon.com itu bertengger di puncak daftar orang terkaya sejagat berkat kinerja saham perusahaannya yang terus meningkat.

“Bezos adalah orang pertama dengan kekayaan bersih melampaui USD150 miliar dalam 3 dekade yang dilacak Forbes. Dia memiliki 16% saham Amazon yang dia dirikan di garasi di Seattle pada 1994,” papar laporan Forbes.

Bezos juga memiliki tekad untuk perjalanan antariksa. Perusahaan antariksa Blue Origin mengembangkan roket yang dapat dipakai lagi dan menurut Bezos akan membawa penumpang ke antariksa. 

Dia membeli The Washington Post pada 2013 senilai USD250 juta. Pada September 2018, dia mengumumkan Bezos Day One Fund, janji USD2 miliar untuk membantu keluarga tunawisma dan menciptakan sejumlah sekolah pre-school di AS. 

Dalam daftar Forbes terbaru, urutan kedua orang terkaya di Tanah Air adalah Susilo Wonowidjojo, bos perusahaan rokok asal Jawa Timur. Punci-pundi kekayaan Susilo Wonowijoyo naik satu peringkat ke posisi kedua dengan kekayaan bersih USD9,2 miliar berkat menguatnya saham mereka di perusahaan rokok Gudang Garam. 

Sementara di urutan ketiga ada pengusaha Eka Tjipta Widjaja yang merupakan pendiri kelompok usaha Sinar Mas dengan kekayaan USD8,6 miliar––turun USD500 juta pada tahun ini. Selanjutnya posisi keempat ditempati Sri Prakash Lohia, pemilik usaha serat tekstil dan petrokimia.

“Sri Prakash Lohia naik ke peringkat keempat tahun ini dengan kekayaan bersih USD7,5 miliar yang sebagian besar karena menguatnya saham pada produsen petrokimia Indorama Ventures yang terdaftar di Bangkok,” ungkap laporan Forbes.



Pada daftar berikutnya Forbes menempatkan Anthoni Salim berada pada peringkat kelima dengan kekayaan bersihnya turun USD1,6 miliar menjadi USD5,3 miliar. Anthoni Salim adalah pemimpin pada perusahaan keluarga Salim Group yang memiliki beragam bisnis mulai dari makanan, perkebunan, perbankan hingga telekomunikasi. Pada 2017 lalu, salah satu perusahaan yang dipimpin Salim, Indofood, produsen mi instan, membukukan penjualan USD4 miliar. Di Indofood, keluarga Salim memiliki saham lebih dari 50%. 

Dari beberapa nama yang masuk daftar 50 orang terkaya di Tanah Air, Forbesmencatat ada kenaikan persentase kekayaan terbesar, yakni harta pengusaha tambang Low Tuck Kwong yang menduduki posisi ke-11. Kekayaannya naik 63% menjadi USD2,5 miliar tahun ini dengan pendapatan tinggi dari bisnis batu bara Bayan Resources. “Harga saham perusahaannya naik 82% pada tahun lalu,” papar Forbes.

Kenaikan kekayaan yang relatif tinggi juga dicatatkan oleh pengusaha Bachtiar Karim yang bercokol di peringkat ke-21. Kekayaan keluarga pengusaha ini naik 61% menjadi USD1,45 miliar sejak tahun lalu berkat kenaikan pendapatan perusahaan minyak sawit Musim Mas.

Sementara itu pengusaha Hary Tanoesoedibjo (HT) menempati peringkat ke-31 dengan kekayaan USD980 juta. “Hary Tanoesoedibjo memulai bisnis media segera setelah lulus kuliah. Dia masih memiliki lebih dari 60 stasiun televisi, stasiun radio, dan satu surat kabar,” papar Forbes.

“Melalui perusahaan MNC Land, dia membangun resor di Bali dan Jawa Barat yang akan dikelola perusahaan Donald Trump,” ungkap Forbes.

Di sisi lain, kekayaan dari setengah daftar orang terkaya di Indonesia pada tahun lalu justru menurun. Ini karena imbas nilai tukar rupiah yang melemah 5% terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang membuat beberapa harga saham anjlok.

Mereka yang mengalami kerugian terbesar akibat pelemahan kurs rupiah, salah satunya, adalah Soegiarto Adikoesoemo, pemilik AKR Corporindo yang berada di peringkat ke-39. Kekayaan bersih Adikoesoemo turun 42% menjadi USD780 juta akibat melemahnya perusahaan trading petroleum dan bahan kimia.

Tahun ini daftar orang terkaya Indonesia kedatangan miliarder baru, yakni Danny Nugroho, di posisi ke-38 dengan jumlah harta USD790 juta. Danny adalah pemilik mayoritas saham PT Bank Capital Indonesia di mana dia ditunjuk sebagai presiden komisaris sejak 2004. Danny juga menguasai sebagian besar saham PT Capital Financial Indonesia Tbk yang bergerak di bisnis asuransi dan manajemen aset.

“Ada empat pendatang baru yang bergabung dalam daftar peringkat tahun ini. Danny Nugroho masuk daftar setelah sahamnya di perusahaan keuangan dan asuransi Capital Financial Indonesia naik dua kali lipat pada tahun lalu,” ungkap Forbes.

Nama lain yang baru masuk dalam 50 orang terkaya di Indonesia adalah bos properti Benny Tjokrosaputro dengan jumlah kekayaan USD670 juta. Dia bertengger di urutan ke-43, juga berkat usaha lainnya, yakni di bisnis travel dan wisata Sinergi Megah Internusa yang pada Juli lalu menggelar penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). 

“Dia memiliki hampir 84% saham perusahaan yang mengelola Lafayette Boutique Hotel di Yogyakarta dengan nilai sekitar USD225 juta pada akhir November,” papar Forbes.

Pendatang baru lainnya termasuk Sabana Prawirawidjaja peringkat ke-47 dengan kekayaan USD640 juta. Dia adalah pendiri Ultrajaya Milk Industry, salah satu produsen produk susu terbesar di Indonesia. Adapun pendatang baru berikutnya adalah Kardja Rahardjo di peringkat ke-48 dengan kekayaan USD625 juta yang mendirikan perusahaan pelayaran Tamarin Samudra.

“Arifin Panigoro di peringkat ke-46 dengan kekayaan USD655 juta kembali masuk daftar setelah setahun absen karena informasi baru dalam perusahaan minyak dan gas Medco Energi,” ungkap Forbes.

Pebisnis yang terlempar keluar dari daftar tahun ini adalah Purnomo Prawiro saat saham perusahaan taksi Blue Bird merosot lebih dari 25% di tengah persaingan dengan perusahaan taksi online seperti Grab dan Go-Jek.

Forbes menetapkan kekayaan bersih minimal yang masuk dalam daftar tahun ini mengalami kenaikan USD600 juta atau meningkat USD150 juta dari 2017 dan yang tertinggi sejak 2013. 

Sementara itu, peneliti Indef Bhima Yudisthira mengatakan peningkatan aset bersih 50 orang terkaya Indonesia hingga mencetak rekor baru, menjadi sinyal membahayakan bagi perekonomian Indonesia. Alasannya, kondisi tersebut memperlihatkan akumulasi pertumbuhan ekonomi masih hanya dinikmati oleh golongan masyarakat superkaya.

“Sementara orang miskin masih terjebak di sektor komoditas perkebunan yang harganya jatuh. Ini justru sinyal yang membahayakan,” ujar Bhima di Jakarta kemarin.

Dia menambahkan, distribusi 40% pendapatan masyarakat paling bawah berada di kisaran 17% dari total nasional. Dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, angkanya tidak membaik seiring dengan rasio gini yang stagnan di kisaran 0,38.

Menurut Bhima, jika harta orang kaya meningkat lebih dari konsumsi rumah tangga yang berada di kisaran 5%, artinya golongan kaya ini naik sendiri tidak menciptakan multiplier effect ke kelompok masyarakat lainnya.

“Orang kaya di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti cenderung lebih cepat melakukan diversifikasi sektor, dari komoditas ke sektor yang lain,” tandasnya.(exe/sndo)


0 Komentar