Jumat, 30 November 2018 19:05 WIB

Hadir di Reuni Akbar Alumni 212 Dinilai Bakal Untungkan Jokowi

Editor : Eggi Paksha
Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Presiden Joko Widodo (Jokowi) diyakini bisa memperoleh tambahan suara untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 jika menghadiri Reuni Akbar Alumni 212 di Silang Monas Jakarta, Minggu 2 Desember 2018 nanti. 

Maka itu, Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, menyarankan Jokowi bersedia menghadiri reuni tersebut.

"Ini kalau saya jadi Pak Jokowi ya, saya datang, saya bicara secara baik," kata Fahri Hamzah di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (30/11/2018).

Dia mengatakan, jika menghadiri acara tersebut, Jokowi bisa bilang dirinya juga alumni 212. Jokowi juga bisa mengatakan mengakui adanya kegelisahan umat. Tidak boleh lagi ada ketidakadilan.

"Harusnya dia ngomong begitu. Wah itu dia dapat banyak tuh, buat dia ya," kata Fahri Hamzah di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (30/11/2018).

Dia menyayangkan jika Presiden Jokowi terkesan menghindar dari alumni 212 itu. "Dia pasti dapat keuntungan. Karena artinya, dia menolak asumsi bahwa acara itu untuk salah satu calon," ujar Legislator asal Nusa Tenggara Barat ini.

Fahri Hamzah pun yakin panitia penyelenggara Reuni Akbar Alumni 212 bakal memberikan kesempatan kepada Presiden Jokowi untuk berbicara jika petahana itu hadir nantinya. 

"Bicara apa adanya. Begitu cara kita hadapi massa. Begitu cara kita hadapi bangsa. Karena bangsa ini terlalu besar," ujar Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Dia menduga banyak orang di internal kabinet pemerintahan yang menakut-nakuti Presiden Jokowi agar tidak menghadiri acara reuni akbar alumni 212 itu.

"Menurut saya di sekitar Pak Jokowi itu banyak orang yang bikin takut Pak Jokowi. 'Jangan pak, jangan pak'. Enggak apa-apa, datang aja, ini bangsa enak kok. Bangsa baik, enggak ada masalah kok. Jadi jangan bikin tegang," pungkasnya.(exe/ist)


0 Komentar