Rabu, 31 Oktober 2018 20:57 WIB

Upacara Perarakan Besar Santa Maria di Malaka Dipadati Masyarakat

Editor : Eggi Paksha
Perhelatan Perarakan besar patung Santa Maria Nain Feto Feto Malaka. (foto istimewa)
JAKARTA, Tigapilarnews.com- Perhelatan Perarakan besar patung Santa Maria Nain Feto Feto Malaka di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (31/10) dipadati puluhan ribuan pengunjung. 
 
Sejak pagi masyarakat berdatangan dari segala penjuru, bahkan dari negara tetangga Timor Leste juga ikut berbondong-bondong menuju Goa Lourdes Ina Maria Nain Feto Malaka atau biasa disebut Gua Maria Tubaki Betun Malaka. 
 
"Semua larut dalam sukacita. Kami terlibat untuk mengemasnya sebagai salah satu daya tarik wisata religi. Tanpa menggurangi nilai-nilai leluhur dari budaya keagaman ini," ujar Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, saat ditemui di Malaka, Rabu (31/10).
 
Lebih lanjut, Bupati Stefanus menambahkan, untuk semakin menjadi daya tarik, pihaknya terus membenahi dan mengemas semenarik mungkin. Caranya dengan menginformasikan ke publik secara luas jauh sebelum acara digelar. 
 
"Kita juga sudah menginformasikan bahkan ke negara tetangga jauh hari sebelum acara. Bahkan minat warga Timor Leste sangat tinggi. Karena negara tetangga yang beragama Katolik sangat banyak sekali. Tidak hanya itu, dari segi Infrastruktur juga dibenahi, kemasan kegiatan lain juga disiapkan, tanpa mengurangi bobot kegiatan keagamaan," ujarnya.
 
Dari pihak Kementerian Pariwisata sendiri menyambut baik upacara budaya yang digelar di crossborder area (area perbatasan). digelarnya event ini adalah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya negara tetangga. Terlebih NTT memiliki tiga pintu yang bisa dilewati wisatawan mancanegara.
 
"Kami ingin meningkatkan kunjungan wisman, khususnya pasar Timor Leste lewat pos-pos pintu perbatasan. Khususnya yang ada di NTT lewat tiga Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Yaitu PLBN Mota'ain di Belu, PLBN Motamasin Malaka, dan PLBN Wini di Timor Tengah Utara. Juga lewat enam PLB," papar Plt Deputi Pengembangan Pemasaran I Ni Wayan Giri Adnyani yang diamini Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III, Muh. Ricky Fauziyani. 
 
Sementara itu, Ricky menjelaskan, NTT tahun ini ditargetkan sebagai penyumbang wisman cross border area ke-II setelah Kepulauan Riau (Kepri). Kepri sendiri ditargetkan menyumbang 2,187,000 juta wisman. Dan NTT ditargetkan menyumbang wisman 1,635,354 juta wisman pada 2018.
 
“Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), Wisman Timor Leste pada periode Januari hingga Juli 2018 1,005,600 wisman. Naik 89,16 persen menjadi 531,600 dibanding periode yang sama pada tahun lalu. Wisman Timor Leste pada bulan Juli 2018 mencapai 163,300 wisman, naik 91,44 persen dibanding Juli 2017 yang mendatangkan 85,300 wisman,” ujar Ricky.
 
Di sisi lain, Kabid Pemasaran Area II Regional III di Deputi Bidang Pemasaran I, Hendry Noviardi, menegaskan jika banyak event cross border selalu memiliki daya tarik bagi wisatawan dan dipadati banyak wisatawan.
 
"Kemasan festival cross border selalu mempunyai daya tarik. Sehingga wisatawan datang dalam jumlah besar. Unsur atraksi yang menarik dan jarak yang tidak terlalu, menjadi alasan wisatawan cross border selalu memadati event seperti Pararakan Patung Santa Maria Nain Feto Feto Malaka ini," katanya.
 
Menteri Pariwisata Arief Yahya juga optimis Banyaknya Festival Crossborder di Malaka ini mampu menjaring wisatawan mancanegara. Apalagi festival ini juga turut mengenalkan potensi budaya dan kerajinan tangan NTT.
 
“Event ini juga melihatkan Budaya dan kerajinan tangan juga ditampilkan. Oleh sebab itu, Event Crossborder ini adalah sarana tepat untuk mengenalkan budaya Malaka dan NTT,” ujar Arief Yahya Menteri Pariwisata RI.(exe/ist)

0 Komentar