Rabu, 10 Oktober 2018 10:53 WIB

Normalisasi Baru 48 Persen, 129 Kelurahan di Jakarta Diprediksi Terendam Banjir

Editor : Eggi Paksha
Ilustrasi evakuasi banjir. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Sebanyak 129 kelurahan di Jakarta berpotensi terendam banjir pada musim hujan 2018-2019 ini.

Salah satu penyebabnya karena berhentinya normalisasi pada tahun ini. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSC), Bambang Hidayah mengatakan, berdasarkan evaluasi kajian banjir terakhir Februari lalu, ada sebanyak 129 kelurahan di Jakarta yang diprediksi terendam banjir pada musim hujan kali ini.

"129 kelurahan banjir itu ada disekitar kali-kali Ciliwung, karena normalisasi terhenti sejak Februari 2018," kata Bambang saat dihubungi wartawan.

Bambang menjelaskan, program normalisasi sepanjang 33 kilometer yang dimulai sejak 2013 lalu baru berjalan 48% atau baru sekitar 16 kilometer. Normalisasi terhenti sejak Februari 2018 lantaran Pemprov DKI belum melakukan pembebasan lahan.

Padahal, lanjut Bambang, salah satu upaya untuk mengatasi banjir itu adalah normalisasi kali. Menurutnya, normalisasi kali dapat mmbuat kapasitas kali atau sungai menjadi lebih banyak menampung debit banjir. 

Selain itu, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta harus melakukan pengerukan secara rutin agar sungai atau kali tidak menjadi dangkal. Sebab, sendimentasi akan terus terjadi pada umumnya ketika di hulu curam, longsor dan terbawa ke hilir akhirnya menyebabkan sendimentasi.

"Di normalisasi ada pengerukan nah pengerukan rutin tetap harus dilakukan pemeliharaan rutin tiap tahun harus ada karena kalau dibiarkan sedimentasi meningkt sehingga kembali dangkal," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menuturkan, dalam menghadapi musim hujan yang diprediksi datang pada November mendatang, pihaknya telah melakukan antisipasi dengan melakukan pengerukan dan perbaikan sarana-prasarana.

"Kalau yang dicari betonisasi, Anda tidak (akan) ketemu. Kalau yang dicek adalah pengerukan, kemudian perbaikan-perbaikan sarana, itu dikerjakan terus. Jadi jangan diartikan kalau tidak ada betonisasi, tidak ada antisipasi untuk banjir. Bukan! Betonisasi itu lain," tuturnya.(exe/ist)


0 Komentar