Kamis, 04 Oktober 2018 14:22 WIB

Israel Dilaporkan Kirim Bantuan ke Sulteng

Editor : Eggi Paksha
Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnewscom- Israel dilaporkan mengirim bantuan ke Indonesia menyusul gempa bumi dan tsunami dahsyat yang menewaskan lebih dari 1.400 orang di beberapa wilayah di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kantor Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu menolak berkomentar soal laporan pengiriman bantuan tersebut.

Lembaga penyiaran publik Kan pada hari Rabu melaporkan, Israel—yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia—mengirim pemurni air ke daerah-daerah yang terkena bencana melalui Palang Merah.

Laporan itu juga mengatakan bahwa sebuah delegasi pekerja bantuan Israel sedang bersiap untuk melakukan perjalanan ke wilayah itu dalam beberapa hari mendatang.

"Israel, pemimpin dunia dalam penanggulangan bencana, menawarkan bantuan medis dan penyelamatan ke Indonesia, negara Muslim terbesar di dunia dan negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan kami. Ini sekali lagi menunjukkan belas kasih dan kemanusiaan kami dan kesediaan kami untuk berbagi keahlian kami untuk perbaikannya," tulis Wakil Menteri Diplomasi Michael Oren di Twitter via akun Twitter-nya, @DrMichaelOren, yang dilansir Times of Israel.

Namun, Kementerian Luar Negeri tidak bersedia mengonfirmasi bahwa Israel telah mengirim bantuan ke Indonesia. Ketika Times of Israel meminta konfirmasi apakah Israel mengirim bantuan ke Indonesia, kementerian tersebut dan Kantor PM Netanyahu menolak berkomentar. 

Di masa lalu, Israel telah mengirim delegasi besar ke daerah yang dilanda bencana dan menawarkan diri untuk mengirim bantuan ke negara-negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik.

Tim dari tentara Israel pernah memberikan bantuan penyelamatan dan layanan medis setelah gempa bumi di Turki pada tahun 1999, gempa bumi di Haiti pada tahun 2010, topan di Filipina pada tahun 2013 dan, yang paling baru, gempa bumi di Nepal pada tahun 2015.

Tahun lalu, PM Netanyahu menawarkan bantuan kepada korban gempa di Iran dan Irak, dua negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Namun, tawaran itu ditolak.

Pada hari Jumat, gempa berkekuatan 7,5 skala richter menghantam Sulawesi Tengah dan memicu tsunami. Ratusan orang tewas sebagai akibat dari bencana alam tersebut.

Data PBB menyatakan, hampir 200.000 orang, termasuk puluhan ribu anak-anak, membutuhkan bantuan yang mendesak.

Seperti diketahui, Israel dan Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik formal, meski negara mayoritas Yahudi itu telah menyatakan minatnya untuk menjalin hubungan diplomatik.

PM Netanyahu beberapa hari lalu bertemu dengan Wakil Presiden Indonesia Muhammad Jusuf Kalla di New York. Pertemuan yang terjadi di sela-sela Sidang Umum PBB itu pertama kali dilaporkan oleh Army Radio.

Pada hari Selasa, Kalla menegaskan bahwa dia telah bertemu dengan pemimpin Israel, meskipun dia menggambarkan pertemuan itu sebagai sesuatu yang spontan dan singkat.

“Ada 190 kepala negara, presiden dan wakil presiden, perdana menteri, dan lain-lain di sana. Banyak agenda muncul pada saat bersamaan. Anda bisa berhadapan dengan siapa pun. Anda tidak bisa menghindarinya. (Netanyahu) tiba-tiba disamping saya. Haruskah saya berbalik?" kata Kalla.(exe/ist)


0 Komentar