Kamis, 04 Oktober 2018 14:09 WIB

Bank Indonesia Anggap Pelemahan Rupiah Masih Aman

Editor : Eggi Paksha
Ilustrasi dolar Amerika Serikat (USD). (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Bank Indonesia (BI) menganggap pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hari ini masih di level yang aman.

Padahal, kurs mata uang Garuda saat ini sudah masuk ke level Rp15.100 per USD. Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara, mengungkapkan, melihat pelemahan kurs sejatinya bukan dilihat dari level atau ketinggiannya.

Selama supply dan demand masih jalan, maka pelemahan tersebut masih dianggap aman. "Kamu jangan lihat levelnya. Masih aman, yang penting supply dan demand-nya masih jalan," katanya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (4/10/2018).

Selain itu, sektor perbankan pun saat ini masih cukup kuat dengan rasio kecukupan modal (CAR) di atas 20%. Sebab, minimum CAR yang ditetapkan untuk perbankan adalah 8,5%.

"Banking sector kan resiliensinya bagus, CAR di semua bank, buku satu sampai buku empat, di atas 20%, jadi strong. Minimumnya 8,5%, kalau pakai risiko minimum 14%. Sekarang semua di atas 20%," imbuh dia.

Menurutnya, likuiditas perbankan pun saat ini masih cukup aman. Sebab, kenaikan bunga deposit masih belum tinggi meskipun suku bunga bank sentral (BI 7days Repo Rate) sudah naik hingga 150 basis poins (bps).

"BI memang naikkan bunga, tapi bunga yang kami lihat di pasar time deposite, kalau BI sudah naikkan 150 bps, bunga di pasar time deposite kenaikannya belum sampai 150 bps jadi masih terkendali. BI selalu siap term likuiditas dengan nama term repo. Ada fasilitas term repo, kami buka di bulan Mei, bulan Juni, jadi BI pasti akan masuk ke pasar untuk tambah likuiditas jika likuiditas rupiah mengetat. Tapi, saat ini likuiditas masih cukup. BI pasti memperhatikan itu," tandasnya.(exe/ist)


0 Komentar