Rabu, 03 Oktober 2018 11:40 WIB

Pelemahan Rupiah Disebut Tak Selalu Buruk bagi Perekonomian Indonesia

Editor : Eggi Paksha
Dolar Amerika Serikat (USD). (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hingga menembus level Rp15.000 per USD pada Selasa kemarin, menjadi perhatian khusus bagi Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

Depresiasi rupiah pun berlanjut di Rabu ini, dimana pasar spot mencatat mata uang NKRI dibuka melemah 23 poin ke level Rp15.065 per USD, berbanding penutupan Selasa di Rp15.042 per USD. Laju rupiah semakin tergerus 40 poin atau 0,27% menjadi Rp15.082 per USD pada pukul 10.32 WIB.

Menurut Sri Mulyani, pergerakan rupiah menjadi suatu tolok ukur bagi para investor untuk berinvestasi di Indonesia. "Pelemahan rupiah menjadi perhatian khusus pemerintah. Karena rupiah yang melemah dapat menjadi tolok ukur bagi para investor saat ini," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (3/9/2018).

Namun, terang dia, pelemahan rupiah tidak selalu buruk bagi perekonomian Indonesia. Hal ini bisa dijadikan suatu peluang untuk bisa berkompetisi.

"Dengan depresiasi rupiah yang sampai 10%, ini menjadi tantangan dan peluang. Saya harap industri dalam negeri bisa meningkatkan produksi dan kompetisi melalui berbagai measure yang diberikan (pemerintah)," katanya.(exe/ist)


0 Komentar