Selasa, 02 Oktober 2018 12:50 WIB

Kostrad Amankan Palu dari Penjarahan

Editor : Eggi Paksha
Ilustrasi Pasukan Kostrad. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- TNI AD menggerakan 325 Pasukan Divif III Kostrad untuk mengamankan rute darat wilayah yang rawan penjarahan.

Hal ini dilakukan untuk mengantispasi maraknya aksi penjarahan bantuan bagi para korban gempa dan tsunami di jalur darat antara Sulawesi Barat-Sulawesi Tengah. 

Sebanyak 325 pasukan yang diangkut menggunakan 20 truk TNI ini  akan dikirim ke wilayah Donggala, Sulawesi Tengah. Ratusan pasukan Divif III Kostrad ini diberangkatkan dari markasnya di Makassar. 

Mayor Arm Permadi mengatakan, Pasukan Kostrad yang berjumlah 325 personel ini akan ditugaskan untuk mengamankan rute jalur darat pascamaraknya aksi penjarahan. Dimana jalur darat tersebut Meliputi Pasang Kayu-Donggala sepanjang kurang lebih 30 kilometer. 

“Rencananya Satgas Kostrad ini akan ditempatkan di beberapa titik wilayah yang dianggap rawan aksi penjarahan oleh sejumlah warga,” kata Permadi, Selasa (2/10/2018).

Menurut dia, memang dalam beberapa hari terakhir ini aksi penjarahan oleh warga pascaterjadinya gempa dan tsunami Palu dan Donggala sering kali terjadi.

Warga yang melakukan penjarahan bantuan makanan dan logistik  bagi para korban gempa ini terjadi di jalur trans Sulawesi Barat –Donggala Sulawesi Tengah.

Usai beristirahat beberapa lamanya 325 Pasukan Satgas Kostrad ini pun melanjutkan perjalanan menuju Palu.

“Dengan diterjunkanya pasukan Kostrad ini mudah mudahan rute perjalanan penyaluran bantuan melalui jalur darat bisa aman. Khususnya rute darat Jalur Trans Barat Sulawesi meliputi wilayah Pasangkayu-Donggala dan menuju Palu.(exe/ist)


0 Komentar