Selasa, 25 September 2018 18:30 WIB

Menpora Imam Hentikan Kompetisi Bola

Editor : Eggi Paksha
Menpora, Imam Nahrawi (tengah). (foto Esa/Tigapilarnews.com)
JAKARTA, Tigapilarnews.com- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, menyikapi masalah kematian suporter saat laga Persib vs Persija, adalah kejadian luar biasa.
 
Karenanya, dia meminta kompetisi Liga Indonesia dihentikan sementara selama 2 minggu dan PSSI melakukan pembenahan yang luar biasa untuk masa depan sepakbola Indonesia.
 
Hal itu ditegaskan Menpora hari Selasa (25/9) sore bersama Sesmenpora Gatot S. Dewo Broto, Deputi Prestasi Olahraga Mulyana dan Ketua Umum BOPI Richard Sambera, saat memberikan keterangan  persnya terkait  insiden pengkeroyokan pendukung Persija Jakarta oleh oknum Bobotoh yang mengakibatkan korban tewas di Kantor Kemenpora.
 
“Kami turut berduka cita kepada kepada keluarga almarhum  Haringga Sirila. Semoga amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, kesabaran sekaligus rela melepas kepergian Sirila untuk selama-lamanya,” ucap Menpora.
 
Masih katanya, sepakbola dan olahraga seharusnya menjadi tempat pemersatu bangsa, hiburan sekaligus wahana untuk melahirkan prestasi yang gemilang dan menggembirakan.
 
"Bukan arena peperangan apalagi permusuhan satu sama lain dan yang paling penting olahraga dan sepakbola Jangan jadikan kuburan massal. Karena sudah  tidak terhitung lagi korban baik fisik maupun nyawa yang begitu saja hilang," tegasnya.
 
Menurutnya, Indonesia adalah bangsa yang beradab, bangsa yang berakhlak, bangsa yang berbudi pekerti, bangsa yang santun dan bangsa yang saling menolong satu sama lain. 
 
“Karenanya kejadian kemarin adalah perbuatan yang sangat keji, tidak berperikemanusiaan dan tidak bisa diterima dengan akal sehat, apapun alasannya. Ini bukan lagi tragedi sepakbola atau olahraga melainkan ini tragedi kemanusiaan bagi negeri kita ini. Yang sangat mengerikan lagi ketika anak-anak kita dibawah umur 20 sampai bisa melakukan hal seperti itu, ini berarti harus ada tauladan dari semua kita terutama dirigen suporter, pemimpin suporter, pemimpin klub, federasi dan pemerintah,” ucapnya.
 
Pemerintah, lanjutnya,  mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh pihak kepolisian yang sampai sekarang sudah menetapkan beberapa tersangka dan tentu kita semua ingin mengharapkan keadilan bagi pelaku mapun bagi orang-orang yang terlibat. "Usutlah tuntas agar peristiwa ini tidak terulang kembali dan tidak muncul lagi korban-korban baru dan orang-orang tua baru yang menyesali kejadian ini," tambahnya.
 
“Pada kesempatan ini, pemerintah setelah mendapat laporan dari berbagai pihak termasuk BOPI, mengambil keputusan bahwa pemerintah meminta liga sepakbola Indonesia dihentikan sementara selama dua minggu. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kita kepada korban, keluarga korban sekaligus ini adalah bentuk bela sungkawa nasional. Dan ini harus dijadikan momentum introspeksi bagi kita semua bahwa satu nyawa sangat mahal bila dibanding dengan sepakbola,” ujarnya.
 
“Di saat penghentian kompetisi ini, pemerintah minta kepada PSSI dan operator untuk melakukan hal luar biasa karena ini peristiwa yang luar biasa maka lakukan upaya-upaya yang luar biasa,  tegas, berani dan tegakkan regulasi sebaik mungkin, tidaknya sanksi-sanksi berbentuk dana tapi sanksi yang lain harus ditegakkan kepada siapapun. Karena apa, di saat bersamaan pejuang-pejuang sepakbola kita sedang menggembirakan Indonesia baik Timnas U-16 maupun Timnas U-19 serta Timnas senior. Jangan sampai persatuan nasional yang telah digaungkan dan disatukan oleh Timnas U-16 dan Timns U-19 ini kemudian tercoreng  gara-gara liga kita yang belum bermartabat dan profesional,”  lanjutnya. 
 
“Disaat penghentian sementara ini juga, pemerintah minta kepada PSSI untuk melakukan upaya-upaya edukasi sekaligus melaksanakan regulasi maupun aturan yang telah dikeluarkan maupun yang sudah ada, baik itu dari FIFA , AFC maupun dari PSSI.  Hubungan yang baik simbiosis mutualisme antara suporter dan klub ini harus betul-betul dilakukan secara komprehensif, bersama-sama, profesional dan bermartabat,” tambahnya. 
 
"Keputusan ini bisa dilaksanakan dengan baik dan tentu pemerintah akan sangat serius mengawal hal ini semua sehingga tidak terjadi lagi peristiwa-peristiwa yang membuat kita sedih, menangis, terpukul dan terkoyak nanti kita sebagai warga bangsa Indonesia," tutup Menpora.(exe/ist)

0 Komentar