Selasa, 28 Agustus 2018 00:13 WIB

Tampilkan Sejumlah Kesenian, 40 Tim Berlaga di Final Nasional Balikpapan U-12 Piala Menpora 2018

Editor : Eggi Paksha
Sekretaris Umum FOSSBI, Anwar Sadat (kiri) bersama perwakilan Kemenproa, Ary Moelyadi. (foto istimewa)
JAKARTA, Tigapilarnews.com- Forum Sekolah Sepak Bola Indonesia (FOSSBI) memastikan kesiapan dan kemeriahan Final Nasional Balikpapan kompetisi U-12 Piala Menpora 2018, di Stadion Batakan, Kalimantan Timur, 28-30 Agustus.
 
Sekretaris Umum FOSSBI, Anwar Sadat, menerangkan bahwa rangkaian pembukaan dijanjikan meriah dan menampil sejumlah kesenian lokal.
 
Dengan berbagai suku dan budaya yang dimiliki Indonesia, Kalimantan Timur juga memiliki beragam macam kesenian tradisional yang unik dan menarik. Beberapa kesenian ini bahkan sudah ada sejak puluhan hingga ratusan tahun yang lalu dan masih diselenggarakan hingga sekarang.
 
Selain itu, masih kata Anwar, Pemerintah Kota Balikpapan menyambut baik dan mendukung suksesnya pelaksanaan.
 
"Nanti akan dibuka dengan musik, sampe musik adat khas Kaltim,
Tarian Nusantara, hingga musik kentongan. Selain itu ada eksebisi Kemenpora FOSSBI versus Pemkot Balikpapan," terangnya.
 
Diutarakannya lagi, sebanyak 34 tim provinsi dan enam tim tambahan akan tampil di Stadion Batakan. Sehingga, total tim yang berlaga mencapai 40. 
 
"Semua provinsi lengkap, 34. Ada juga Papua Barat sudah dangat siap. Malam ini kita baru menyelesaikan technical meeting. 40 tim siap bertanding di Final Seri Nasional. Tahun 2016, FOSSBI Piala Menpora baru diikuti 29 Provinsi, 2017 ada 31 Provinsi dan 2018 meningkat sebanyak 40," imbuhnya.
 
Hal ini merupakan peningkatan kesolidan FOSSBI, semakin tahun terbukti semakin meningkat. Artinya FOSSBI mampu berkomitmen untuk pembinaan usia dini yang salah satu berkat tanggung jawab tinggi Presiden FOSSBI, Zuchli Imran Putra.
 
Sebagai catatan, FOSSBI mendapatkan mandat untuk menjalankan satu dari tiga kompetisi kelompok usia milik Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). FOSSBI kiNi menjadi operator khusus untuk kompetisi U-12. 
 
Pelaksanaan kompetisi di kelompok usia tersebut terbilang sulit, karena dianggap sebagai fondasi dan harus berkontribusi pada pengembangan sepak bola Indonesia.(exe)

0 Komentar