Sabtu, 25 Agustus 2018 17:41 WIB

Tim Relawan Makopala dan KBOM UBL Tebar Kebudiluhuran di Lombok

Editor : Eggi Paksha
Tim Relawan Baksos Gempa Lombok Keluarga Besar Organisasi Mahasiswa (KBOM) Universitas Budi Luhur. (foto istimewa)
JAKARTA, Tigapilarnews.com- Pedalaman Lombok tak lepas dari Kacamata para Tim Relawan Baksos Gempa Lombok Keluarga Besar Organisasi Mahasiswa (KBOM) Universitas Budi Luhur.
 
Sejak 17 Agustus 2017, hingga rencananya hari  ini (25/8) relawan Universitas Budi Luhur telah melakukan berbagai kegiatan. Mulai dari membantu berbagai macam keperluan seperti bahan makanan dan obat-obatan, sampai dengan melakukan trauma healing kepada anak-anak Lombok, korban gempa.
 
Awalnya Tim Relawan yang berjumlah sekitar 20 orang tersebut, masuk dari wilayah Bali dengan melakukan penyeberangan dari Padangbai Bali menuju Pelabuhan Lembar Lombok. Sejatinya, Tim relawan Universitas Budi Luhur dalam bantuan kali ini memokuskan pada pelayanan kesehatan, pengobatan, perawatan luka serta pemberian logistik yang dilaksanakan di beberapa titik tempat terjadinya gempa bumi di NTB.
 
Bukan tanpa kesulitan, jalur pendistribusian yang cukup berat membuat Tim relawan harus ekstra keras melakukan distribusi ke daerah-daerah terpencil. Sekitar 8 dusun di wilayah terdampak, berhasil didistribusikan oleh Tim memakan waktu dua hari, dengan distribusi bantuan 50 paket per dusun, di mana dusun penerima antara lain Dusun Barumurmas, Seringgan, Besari, Sasegar, Sanbaro, Batu Ringgit, Kopong Sebangun dan Dusun Gunung Borok.
 
Koordinator Tim Universitas Budi Luhur,Hakam Aliniazi dari Makopala UBL yang didampingi oleh Farid Kepala Bagian Kemahasiswaan Universitas Budi Luhur mengungkapkan bahwa tujuan dari dibentuknya tim ini adalah untuk meningkatkan taraf kesehatan korban terdampak bencana.
 Tim dari Budi Luhur secara intensif melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga terdampak gempa bumi.
 
“Kita juga langsung terjun ke masyarakat yang sama sekali belum mendapatkan penanganan medis terutama di pedalaman," ujarnya.
 
Sementara itu Ketua Yayasan Budi Luhur Cakti Kasih Hanggoro,MBA mengungkapkan sebagai universitas yang mempunyai visi “Cerdas dan Berbudi Luhur”, menjadi Pusat Studi Kebudiluhuran dengan memberikan pembekalan mengenai nilai-nilai kebudiluhuran, merasa terpanggil dengan kejadian gempa bumi yang telah menggoncang Lombok, beberapa terakhir ini.
 
"Universitas Budi Luhur harus menjadi contoh bagi kampus-kampus lain. Bahwasanya, duka yang kini dipikul oleh saudara-saudara kita di Lombok, dapat kita ringankan dengan memberikan bantuan, walaupun hanya dengan doa. Kami bangga dengan Tim Relawan Budi Luhur, yang sangat antusias dalam menggalang dana hingga melakukan pemberangkatan untuk langsung berada di wilayah terdampak. Bukan hanya mendistribusikan bantuan berupa kebutuhan obat dan pangan, namun juga membantu merehabilitasi mental khususnya kepada anak-anak terdampak gempa Lombok," paparnya.
 
Hakam, mengatakan selama berada di wilayah Lombok, Tim Relawan sempat mengalami beberapa gempa susulan dari besaran gempa 3  hingga 6,5 SR yang berpusat di daerah Lombok Timur (BMKG). Namun proses pendistribusian tidak terganggu oleh adanya gempa dan tetap berjalan sesuai rencana.
 
"Terkait kepulangan tim via Hercules, rencananya dapat diusahakan melalui pendataan surat tugas dan fotokopi identitas masing-masing relawan ke bagian DAO lanud Selaparang, Mataram, maksimal tanggal 25 Agustus sesuai pencabutan status tanggap bencana untuk relawan oleh TNI," tandasnya.(exe/ist)

0 Komentar