Senin, 30 Juli 2018 18:14 WIB

ISA Cikeas Janji Tampil Lebih Matang di Road to Nasional Balikpapan U-12 Piala Menpora 2018

Editor : Yusuf Ibrahim
ISA Cikeas di Podium juara. (foto Esa/Tigapilarnews.com)
JAKARTA, Tigapilarnews.com- Satu demi satu kontestan yang bakal tampil di Road to Nasional Balikpapan kompetisi U-12 Piala Menpora 2018 mulai bermunculan.
 
Teranyar, perwakilan Jabar ISA (Imran Soccer Academy) Cikeas memastikan tiket tersebut. Langkah Ahmad Aqeel Aleem Anwar dan kawan-kawan ke puncak terbilang berat. Melalui perjuangan dramatis, di babak final harus adu penalti  dengan Bandung Pro skors 3 - 1. Sementara Footballplus dan Swasco meraih poisisi tiga bersama. 
 
"Perjuangan para pemain sangat luar biasa. Mereka mengeluarkan seluruh tenaga, kemampuan dan kemauannya untuk menang. Saya sangat mengapresiasinya," puji Pelatih ISA, Oki, kepada para media.
 
Nantinya, Seri Nasional di Balikpapan berlangsung 27 sampai 30 agustus 2018. Oki berharap, timnya bisa mendapatkan tiket mengikuti Piala Singacup di Singapura.  "Tentunya waktu satu bulan dipergunakan latihan agar tim lebih matang. Kami akan tingkatkan persiapan tehnik dan membangun chemistry pemain. Apalagi komunikasi antar pemain, merupakan suatu hal yang sangat penting dalam olahraga sepak bola. Dengan komunikasi, sebuah tim melakukan penyampaian pesan yang kita harap bisa dilakukan oleh teman satu tim, agar terjadi kerja sama yang baik dalam tim kita. Contohnya terjadinya gol yang dikarenakan kurangnya kerja sama antara pemain belakang dan penjaga gawang atau salah umpan antara pemain tengah dengan pemain depan," katanya.
 
Selain Oki, ISA Cikeas dipandu Manager Anjaya dan Presiden Isa Subantarjo. Sebagai catatan, Kompetisi U-12 Piala Menpora digelar Forum Sekolah Sepak Bola Indonesia (FOSSBI) karena resmi mendapatkan mandat Kemenpora untuk menjalankan satu dari tiga kompetisi kelompok usia.
 
Pengalaman dan tanggung jawab tinggi membuat FOSSBI didapuk menjadi operator khusus untuk kompetisi U-12. Pelaksanaan kompetisi di kelompok usia tersebut terbilang sulit. Sebab, dianggap menjadi tumpuan pondasi dan juga harus bisa mengkontribusikan pengembangan sepak bola Indonesia.(exe)

0 Komentar