Selasa, 17 Juli 2018 20:33 WIB

Mahasiswa KKL Univeristas Budi Luhur Berbekal "Es Tomat" dan BPJS

Editor : Eggi Paksha
Rektor Universitas Budi Luhur, Didik Sulistyanto (ketiga dari kanan) bersama peserta KKN dan dosen-dosen, jajaran yayasan UBL. (foto Esa/Tigapilarnews.com)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Kopertis III memberikan kepercayaan kepada Universitas Budi Luhur (UBL) sebagai ketua dari KKN Tematik wilayah III ini, khususnya untuk Perguruan Tinggi Swasta.

Kolaborasi antar program studi dan Perguruan Tinggi Swasta lainnya diharapkan dapat bersinergi dalam menerapkan ilmu yang sudah didapat kepada masyarakat. Direktur Riset dan PPM, FX Suwarto, menyampaikan laporannya mengenai KKN Tematik 2018 ini.

”Nanti ada 541 Mahasiswa yang mengikuti KKN akan didampingi oleh 17 Orang Dosen Pembimbing Lapangan,“ ujar Suwarto, di Kampus UBL, Selasa (17/07/2018). 

Suwarto menambahkan, khusus untuk KKN Citarum Harum, terdapat 30 peserta KKN dan 30 volunteer (Anggota BEM) yang terbagi di wilayah Jakarta Barat sebanyak 7 Kelurahan, Jakarta Pusat 13 Kelurahan, Jakarta Selatan 3 Kelurahan, Banten 3 Desa, Tasikmalaya 3 Desa, Jawa Tengah 3 Desa.

“Secara total ada 54 titik KKN, yang terdiri dari 46 Kelurahan dan 9 desa dan dengan adanya KKN ini dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas iklim akademik yang kondusif dan produktif,“ harapnya

Sementara itu Rektor Universitas Budi Luhur, Didik Sulistyanto, pada peresmian pemberangkatan Tim KKN Tematik 2018 menekankan pentingnya Save By Insurance”, yang merupakan jaminan keselamatan acara KKN ini

“Yayasan Budi Luhur Cakti mendukung kelancaran KKN kali ini, ditambah kerja sama yang kita lakukan dengan BPJS,“ tutur Didik Sulistyanto

Nantinya, Asuransi akan diberikan selama 2 bulan kegiatan yang akan menjadi salah satu keuntungan yang didapatkan oleh mahasiswa peserta KKN Tematik 2018. “Selain itu, saya juga berharap kepada para peserta KKN untuk merangkul masyarakat dengan kebudiluhuran,” tambahnya

Didik juga mentampaikan bahwa salah satu keistimewaan yang menjadi pertimbangan bagi Kopertis III kepada Budi Luhur adalah penerapan KKN sebagai bagian dari kurikulum dengan bobot 2 SKS.

Mahasiswa sebagai pejuang dan agen di lapangan dapat menjadi lahan untuk mengasah seberapa tangguh mereka menerapkan ilmunya dan bersosialisasi dengan Masyarakat.

“Bawalah bekal ES TOMAT, Senyum, Sapa, Salam, Santun, Sehat, Selamat, Tolong Menolong, Maaf Memaafkan agar tidak terjadi dispute, dan Terima Kasih. Diharapkan para peserta KKN dapat menempatkan dirinya sebagai orang yang terpelajar,” tutupnya.

Pemerintah DKI Jakarta juga sangat berterimakasih dan sangat mendukung kegiatan ini. “Kita menaruh harapan kepada para peserta KKN yang dapat menjalankan amanat Presiden RI, Bapak Joko Widodo, untuk mewujudkan Sungai Citarum yang bersih, sehat, nyaman, dan dapat menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat disekitarnya,“ ujar Didik Djunaidi, Kepala Bagian Koperasi UMKM, Industri, dan Perdagangan, Biro Perekonomian Provinsi DKI Jakarta

Didik juga menerangkan beberapa titik lokasi KKN di kelurahan yang ada di DKI Jakarta. Beliau menyemangati para peserta KKN pada hari ini.

“Diharapkan adanya kemajuan dari berbagai sektor yang dirasakan masyarakat setelah penerapan KKN Tematik 2018 ini. Kedepannya agar kegiatan jangka panjang yang terus-teruskan dijalankan ini dapat berbuah manis bagi semua,“ pungkasnya.(exe/ist)


0 Komentar