Kamis, 12 Juli 2018 12:03 WIB

Indonesia Jadi Pasar Potensial, Harga Jual Narkoba Mahal

Editor : Eggi Paksha
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Heru Winarko (kiri) bersama Budi Waseso. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Heru Winarko, menyebut Indonesia menjadi salah satu pangsa pasar peredaran narkoba.

Hal ini disebabkan oleh posisi geografis Indonesia yang strategis. "Kondisi Indonesia yang terbuka menjadi ruang peredaran narkoba untuk menjadikan Indonesia sebagai pangsa pasar narkoba," kata Heru Winarko dalam sambutan pada peringatan Hari Antinarkotika Internasional (HANI) di Balai Besar Rehabilitasi BNN, Lido, Bogor, Kamis (12/07/2018).

Heru mengatakan narkoba masuk ke Indonesia memanfaatkan celah jalur tikus. Pasar Indonesia disebut potensial karena harga jual narkoba yang mahal.

"Kami infokan, di tempatnya harganya Rp 40 ribu per gram, sampai Jakarta menjadi Rp 1,5 juta per gram. Ini bisnis yang menggiurkan sehingga ada pergeseran dari negara tetangga berpindah ke Indonesia. Kurir saja dapat Rp 25 juta sekali antar. Kalau dia bawa 10 kg, dapat Rp 250 juta," sambungnya.

"Mereka masuk ke Indonesia karena banyaknya pintu masuk ilegal digunakan untuk masuk narkoba," sambungnya.

Heru berharap semua pihak ikut andil dalam memerangi peredaran dan perdagangan narkoba. Dia menegaskan perdagangan dan peredaran narkoba merupakan kejahatan luar biasa. 

"Perdagangan narkoba merupakan kejahatan luar biasa dan bisa digunakan untuk salah satu senjata dalam kejahatan proxy war untuk melumpuhkan suatu bangsa," ujar dia.

Pada peringatan HANI, BNN menyerahkan piagam penghargaan kepada 12 instansi hingga individu yang berjasa dalam penanggulangan dan pencegahan peredaran narkoba. Peringatan HANI dihadiri Menko Polhukam Wiranto, Mendagri Tjahjo Kumolo, hingga Dirut Bulog yang juga mantan Kepala BNN Budi Waseso.(exe/ist)


0 Komentar