Selasa, 26 Juni 2018 19:04 WIB

Mayoritas Warga Sulsel Mantap Pilih AAN-TBL di Pilgub 2018

Editor : Eggi Paksha
Agus Arifin Nu'mang dan Tanribali Lamo (AAN-TBL). (foto istimewa)
JAKARTA, Tigapilarnews.com- Menjelang pencoblosan pilkada serentak, Laju Survei Indonesia (LSI) kembali merilis hasil surveinya terhadap peta elektabilitas pada Pilgub Sulawesi Selatan (Sulsel) 2018.
 
Direktur Executive LSI, Sobirin, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil survei dengan sistem pertanyaan terbuka (top of mind) kepada 1.422 responden yang digelar mulai tanggal 19-25 Juni 2018 lalu, pasangan Cagub-Cawagub Sulsel yang paling banyak dipilih adalah Agus Arifin Nu'mang-Tanribali Lamo (AAN-TBL) dengan persentase sebesar 27,2 persen.
 
"Disusul oleh pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) 23,7 Persen. Kemudian di peringkat ketiga, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) dengan elektabilitas 20,6 Persen, dan di urutan terakhir Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-AM) dipilih sebanyak 16,2 dan yang belum memilih sebanyak 12,3 persen," ungkapnya kepada wartawan, Selasa (26/04/2018) melalui siaran persnya.
 
Sementara itu, dalam pertanyaan tertutup, Sobirin mengatakan, hasil survei menempatkan pasangan yang diusung oleh parpol besutan Prabowo Subianto dan Yusril Ihza Mahendra yaitu pasangan AAN-TBL berada di posisi pertama dengan Elektabilitas sebesar 31,7 Persen.
 
Sobirin menilai, bahwa angka itu bisa dijadikan sebagai modal memenangkan Pilgub Sulsel pada 27 Juni 2018 besok."Meski dengan tingkat Elektabilitas yang mencapai 31,7 persen untuk memenangkan Pilgub, namun pasangan ini tak boleh terlena karena segala cara akan dilakukan oleh pasangan calon yang menjadi kompetitor AAN-TBL, karena persaingan tergolong ketat dengan pasangan lainnya," ujarnya.
 
Lebih lanjut Sobirin mengatakan, dari hasil temuan survei tertutup dengan simulasi kartu suara dengan pertanyaan siapa pasangan calon gubernur dan wakil gubenur Sulawesi Selatan yang akan dipilih jika pilkada digelar hari ini? Maka hasilnya kata dia, Agus Arifin Nu'mang-Tanribali Lamo (AAN-TBL) meraih suara dengan persentase sebesar 34,2 persen.
 
"Sementara pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) berada diposisi ke dua dengan raihan 24,3 persen, disusul Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) di peringkat ketiga dengan elektabilitas 21,1 Persen, dan di urutan terakhir Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-AM) dipilih sebanyak16,3 dan yang belum memilih sebanyak 4,1 persen," tandasnya.
 
Tingkat kemantapan reponden terhadap pilihannya saat survei dan ketika digelar pilkada terhadap ke empat pasangan calon kepala daerah lanjut Sobirin, ditemukan jawaban responden, 90,3 persen mengaku mantap dengan pilihannya yakni Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo (AAN-TBL).
 
"Kemudian 90,1 persen mantap pilih Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz), 89,2 persen mantap dengan pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) sedangkan 89,9 responden mengaku mantap ilih Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-AM)," tandasnya.
 
Dengan hasil survei tersebut kata dia, mengambarkan pasangan Agus Arifin Nu'mang-Tanribali Lamo (AAN-TBL) diyakini akan menang di pilkada Sulawesi Selatan.
 
"Terbukti masyarakat Sulawesi Selatan ingin melanjutkan pemerintahan estafet dari syahrul yasin limpo kepada Agus Arifin Numang yang mendampingnya Syahrul Yasin Limpo selama dua periode sebagai wakil gubernur Sulawesi Selatan," tegasnya.
 
"Tingginya tingkat Elektabilitas AAN-TBL juga tak lepas dari tingkat popularitas dan penerimaan publik terhadap pasangan ini serta kinerja Agus Arifin Nu'mang selama menjadi Wakil Gubernur Sulsel selama 2 periode, dimana secara fakta jawaban, masyarakat puas akan kinerja Pemprov Sulsel selama 5 tahun mencapai 69,9 persen," timpalnya.
 
Sekadar informasi, survei tersebut dilakuka pada tanggal 19-25 Juni 2018 dengan jumlah responden sebanyak 1.422 orang yang tersebar di 24 Kota/Kabupaten di Sulsel secara proposional sesuai jumlah populasi DPT sebanyak 6.022.987 pemilih.
 
Survei ini menggunakan Metode Multistage Random Sampling dengan Tingkat Kepercayaan 95 persen dan Margin Of Error +/- 2,6 persen. Sedangkan Quality Control terhadap hasil survei dilakukan secara berlapis dengan tahapan Spotcheck Lapangan, Callback, Double Entry dan Proses Input Data.(exe/ist)

0 Komentar