Rabu, 13 Juni 2018 12:49 WIB

Persiapan Salat Idul Fitri Sepekan, Masjid Al Azhar Gandeng Dishub DKI Hingga Polres-Polsek

Editor : Eggi Paksha
Ilustrasi salat Idul Fitri. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Sebanyak 7.500 orang diprediksi akan mengikuti salat Idul Fitri di Masjid Al Azhar.

Salat id akan digelar dengan konsep outdoor untuk menampung para jemaah. "Rata-rata di atas 7.500 orang. Tahun lalu sekitar segitu. Kita salat nggak di masjid ya. Di lapangan. Nggak di dalam karena nggak cukup, kan jamaah 7.500. Jadi masjid kosong," kata Ketua Panitia Ramadan dan Idul Fitri, Haji Yahya (54), di pelataran Masjid Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (13/06/2018).

Dia mengatakan selama ini salat Idul Fitri digelar di lapangan. Nantinya khatib, imam, dan sound system pun akan ada di lapangan. "Jadi untuk salat Idul Fitri, kita sudah persiapkan nanti tempatnya adalah di lapangan hijau. Termasuk semua area di sekitar masjid, sampai halaman, sampai kampus, mutarin masjid. Itu adalah tempat jemaah," sambung Yahya.

Salat Idul Fitri Jumat (15/6) besok akan dimulai pukul 07.00 WIB. Yahya mengatakan Ketua Yayasan Pesantren Islam Al Azhar Haji Sobirin HS akan menjadi khatib salat Idul Fitri. Sementara imam salat Idul Fitrinya yakni Imam Rawatib Masjid Al Alzhar Haji Mukhtar.

"Khatibnya Haji Sobirin HS, Ketua Yayasan Pesantren Islam Al azhar. Imamnya Haji Mukhtar. Beliau sehari-hari adalah imam rawatib di Masjid Al Azhar," ujar Yahya.

Pantauan di lokasi, pemasangan saf dengan membentangkan tali rafia di lakukan dari halaman masjid hingga lapangan hijau di samping masjid. Yahya berharap sarana prasarana sudah siap besok.

"Di bagian depan itu kurang lebih kita siapkan ada 10 saf yang itu pakai sajadah, pakai karpet. Selebihnya jamaah bawa koran sendiri, biasanya gitu. Alhamdulillah kita mudah menggerakkan jamaah jaga kebersihan," imbuh Yahya.

Yahya mengatakan lama persiapan untuk menggelar salat Idul Fitri memakan waktu sepekan. Selain pemasangan saf, panitia juga membersihkan area lapangan, masjid dan area sekeliling masjid. 

Pria yang sudah 31 tahun mengabdi di Yayasan Pesantren Islam Al Azhar ini menuturkan ada tiga saf yang terletak di depan mimbar khatib dan imam, yang diperuntukkan jamaah very important person (VIP). Jemaah yang dimaksud adalah pejabat-pejabat Yayasan Pesantren Islam Al Azhar.

"Disiapkan saf VIP. Ada tiga saf yang kita sediakan di tempat VIP. Biasanya diisi semua pejabat-pejabat yayasan. Secara khusus kita tidak mengundang pejabat datang. Jamaah umum aja," tutur Yahya.

Soal keamanan, Yahya mengaku tak ada masalah selama tiga tahun mengurus kegiatan salat Id di Masjid Al Azhar. Soal kejadian alas kaki raib atau tertukar misalnya, Yahya menyebut kemungkinan itu terjadi sangat kecil.

"Selama ini alhamdulillah kita nggak temukan masalah yang berarti. Karena kita laksanakan di lapangan misalnya, kemungkinan tertukar atau hilang sendal itu sangat kecil. Karena saat salat, alas kaki biasanya di taruh di belakang sajadah masing-masing," jelas Yahya.

Terakhir, Yahya menjelaskan kendaraan jemaah akan diarahkan untuk parkir di sepanjang Jalan Raden Patah Raya dan Raden Patah III. Untuk itu pihak masjid telah bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Pemprov DKI Jakarta, Polsek Kebayoran Baru dan Polres Jakarta Selatan untuk pengaturan lalu lintas.

"(Kendaraan jemaah) Parkir di tepi Jalan Raden Patah Raya dan Raden Patah III. Biasanya itu sampai ke (area depan) Kementerian PU segala macam sana. Untuk lingkungan mesjid steril kendaraan. Dalam pelaksanaan salat baik Idul Fitri maupun Idul Adha, kita selalu adakan kerja sama dengan Polsek Kebayoran Baru dan Polres Jakarta Selatan, termasuk Dishub untuk pengaturan lalu lintas. Biasanya lalu lintas yang melalui Jalan Raden Patah ditutup dan dialihkan," tutup Yahya.(exe/dtik)


0 Komentar