Jumat, 08 Juni 2018 08:22 WIB

Ketua DPR Minta Data Masjid Radikal Diungkap

Editor : Luki Junizar
Ketua DPR, Bambang Soesatyo (Bamsoet). (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com - Data soal 40 masjid terpapar radikalisme harus diungkap agar tak menimbulkan keresahan dan kesalahpahaman di masyarakat. Polri dan Kementerian Agama diminta untuk menanganinya.

Ketua DPR Bambang Soesatyo mendorong Polri dan Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam dan Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan, dan Pelatihan Kementerian Agama untuk menyelidiki data 40 masjid radikal itu ke Biro Pendidikan Mental Spritual (Dikmental) DKI.

"Agar tidak terjadi salah paham dan keresahan yang mendalam di masyarakat," ujar Bambang dalam keterangan pers, Jumat (8/6/2018).

Selain itu, ia meminta Badan Infak Sadakah (Bazis) DKI Jakarta memberikan program pembinaan dan sosialisasi kepada seluruh ulama dan pengurus masjid soal pentingnya menanamkan rasa nasionalisme demi mencegah terorisme dan radikalisme dari tempat ibadah.

"Meminta Komisi I DPR mendorong BIN bekerjasama dengan Kemenag untuk segera melakukan pengawasan yang intensif terutama terhadap 40 masjid tersebut, agar dilakukan tindakan pencegahan sesuai dengan UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme," imbuh politikus yang akrab dipanggil Bamsoet ini.

Sebelumnya, Sandi menyebut ada 40 masjid di Jakarta yang terpapar radikalisme. Masjid-masjid itu menghadirkan penceramah yang menyampaikan dakwah intoleran dan memecah belah umat.

Meski sudah mengantongi nama-nama masjid tersebut, Sandi enggan membeberkannya ke publik.

"Kita tidak bisa umbar nama masjidnya. Sudah terpantau, bisa kita berikan pendekatan sendiri. Tugas kita sama-sama memastikan tidak ada radikalisasi," ujarnya.

Kepala BNPT Komisaris Jenderal Polisi Suhardi Alius meminta Kementerian Agama memberi perhatian terhadap masjid yang terpapar radikalisme.

Menurutnya, radikalisme di masjid di Jakarta sudah terdeteksi sejak tahun 2012.

"Saya dapat informasi penelitian 2012 juga sudah ada itu. Nanti Kementerian Agama kita minta atensi," ujar Suhardi.

Terpisah, Kepala BIN Jenderal Polisi Budi Gunawan membenarkan ada sejumlah masjid dan pesantren yang terpapar paham radikalisme. Namun ia enggan merinci informasi yang dimililiki oleh BIN.

"Ya memang ada beberapa masjid, pondok pesantren yang terpapar paham radikalisme," ujar Budi. (


0 Komentar