Rabu, 23 Mei 2018 13:28 WIB

Penggunaan E-Money Meroket

Editor : Eggi Paksha
Ilustrasi penggunaan uang elektronik. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Bank Indonesia (BI) tak memungkiri, uang koin rupiah atau logam saat ini sudah semakin ditinggalkan masyarakat seiring dengan implementasi elektronifikasi jalan tol.

Usai konferensi pers layanan kas keliling jelang Lebaran, Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Suhaedi mengatakan, permintaan uang koin senilai Rp500 sudah semakin menurun.

"Permintaan sudah turun, terutama yang Rp 500 sudah jauh berkurang," kata Suhaedi saat ditemui di IRTI Monas, Jakarta, Rabu (23/05/2018).
 

Menurunnya permintaan pecahan uang koin, lebih banyak disebabkan karena implementasi elektronifikasi jalan tol. Selain itu, juga karena tingkat pendapatan masyarakat yang sudah semakin meningkat.

"Kecenderungan pendapatan sekarang sudah besar. Selain itu, biasanya koin itu digunakan untuk kembalian di jalan tol. Tapi sekarang sudah menggunakan e-money," katanya.

Penggunaan Uang Elektronik Meroket Tajam

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Onny Widjanarko tak memungkiri, penggunaan uang elektronik sejak akhir tahun hingga Maret 2018 mengalami peningkatan signifikan.

"Selama periode tersebut, sudah naik 361%," kata Onny.

Selain karena faktor elektronifikasi jalan tol, peningkatan penggunaan uang elektronik juga disebabkan karena semakin bertumbuhnya platform dagang online (e-commerce) dalam beberapa tahun terakhir.

Kendati mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan, namun masyarakat Indonesia masih gemar menggunakan uang tunai. Salah satunya, pada momen jelang Lebaran pada tahun ini. 

Deputi Gubernur BI, Rosmaya Hadi, mengatakan total alokasi persediaan uang yang disediakan bank sentral pada momen Lebaran kali ini mengalami pertumbuhan sebesar 15,3%.

"Karena culture kita itu masih senang pegang uang tunai. Sama seperti di Jepang," jelasnya.(exe/ist)


0 Komentar