Kamis, 17 Mei 2018 11:34 WIB

Abdul Somad Jelaskan soal Bom Bunuh Diri

Editor : Eggi Paksha
Ustaz Abdul Somad. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Tak lama setelah bom di tiga gereja di Surabaya meletus, potongan video ceramah Ustaz Abdul Somad mengenai bom bunuh diri jadi viral di media sosial.

Abdul Somad menyatakan video itu dipotong sehingga kehilangan konteksnya. Dia pun memberikan klarifikasi.

Dalam potongan video berdurasi kurang dari dua menit itu, Abdul Somad menjelaskan mengenai bom bunuh diri di Palestina yang disebutnya bukan perilaku bunuh diri, melainkan mati syahid.

Potongan video ini begitu viral dan mendapatkan tanggapan yang beragam, termasuk yang menyudutkan Abdul Somad.

Abdul Somad kemudian memberikan klarifikasi. Klarifikasi itu ia sampaikan di sela-sela ceramah. Video klarifikasi itu diunggah oleh FSRMM TV pada 14 Mei 2018. 

"Dua hari ini video mengenai saya menjawab pertanyaan di Annur lebih-kurang dua-tiga tahun yang lalu, diviralkan lagi. Tapi video itu dipotong. Saya masih ingat, lokasi kajian subuh itu ada di Annur kajian subuh Sabtu. Waktu itu ada pertanyaan, 'apa pendapat ustad tentang bom bunuh diri di Palestina'," ujar Abdul Somad mengawali penjelasannya.

Abdul Somad kemudian menjawab bahwa apa yang terjadi di Palestina tersebut bukan termasuk orang meninggal dalam keadaan bunuh diri.

"Karena saudara kita di Palestina itu bukan bunuh diri, tapi mati syahid. Lalu video itu dipotong dan beberapa saat yang lalu, saat ada bom di Kampung Melayu, video itu viral lagi. Saat ada bom di Surabaya, viral lagi. Lalu ada nanti kompor orang meletup, nanti viral lagi," tutur Abdul Somad.

Somad menggarisbawahi ada perbedaan antara kondisi di Palestina dan belahan dunia lainnya. Penjelasannya ini, kata Somad, dihilangkan dari potongan video yang viral tersebut.

"Perlu diluruskan beda dengan Palestina dengan luar Palestina. Karena Nabi membedakan antara nonmuslim yang di Mekah dengan yang di Madinah. Di Madinah, Nabi hidup bersama. Apa bedanya? Yang di Madinah ini damai. Di Mekah ini perang. Kapan menjadi damai dan menjadi perang, itu tak bisa dipukul rata," tutur Abdul Somad.

Somad mengatakan kondisi perang sebagaimana saat di Mekah itu kini ada di Palestina, yang tanahnya dicaplok oleh Israel. Sedangkan di luar Palestina, kondisinya berbeda.

"Buka Surat Al-Mumtahanah ayat 8. Kalau mereka yang nonmuslim itu tidak mengusir kamu dari kampung halaman kamu, tidak memerangi kamu, maka berbuat baiklah kepada mereka. Bersikap adil. Coba lihat indahnya bahasa Alquran," tutur Abdul Somad.

"Kenapa ini tidak berlaku di Palestina? Karena orang Israel melanggar dua itu, orang Israel memerangi dan mengusir bangsa Palestina. Jadi jangan digeneralisir. Jangan dipotong. Malam ini kita klarifikasi," sambungnya.

Mengenai 'orang yang melakukan bom bunuh diri di Palestina mati syahid', Abdul Somad memberikan penjelasan yang merujuk pada saat Nabi Muhammad SAW dan sahabat diserang.

"Nah bagaimana hukumnya bahwa orang Palestina meledakkan diri di kerumunan tentara Israel itu kenapa disebut mati syahid. Buka Shahih Muslim. Ketika nabi sedang bersama sahabat pada perang Uhud. Di bukit Uhud waktu itu nabi terkepung Quraisy yang menyerang dari Mekah. Kemudian nabi berkata 'siapa pun yang bisa mengusir orang Quraisy ini, maka dia akan bersama aku di surga'. Masuklah satu per satu pasukan nabi ini ke kerumunan orang musyrik itu. Padahal mereka tahu begitu masuk pasti mati, 90 persen pasti mati karena jumlah pasukan Quraisy banyak sekali. Dan dia berhasil membunuh banyak pasukan Quraisy meski pada akhirnya meninggal juga," kata Abdul Somad.

Di akhir video klarifikasi ini, Abdul Solad meminta sahabat dakwah membagikan video klarifikasi ini sebagai counter dari potongan video awal yang dipotong.(exe/ist)


0 Komentar