Senin, 14 Mei 2018 18:47 WIB

Pelaku Pelajari Pembuatan Bom Lewat Internet dan Media Sosial

Editor : Yusuf Ibrahim
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Kapolri Jenderal Tito Karnavian bicara soal serentetan teror ledakan bom yang terjadi di wilayah Jawa Timur.

Dia menyebut para pelaku mempelajari cara membuat bom lewat internet. "Online training, jadi cara membuat bom, bahan peledak lain-lain ini online," kata Tito di Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/5/2018).

Tito berbicara didampingi Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet), Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO), dan sejumlah anggota DPR.

Menurut Tito, para pelaku juga bisa mempelajari cara pembuatan bom lewat media sosial. Terkait hal tersebut, perlu ada penanganan untuk pencegahan. 

"Tadi saya sudah sampaikan kepada yang mulia, Pak Ketua DPR, dan rombongan mengenai bagaimana penanganan media sosial. Karena banyak sekali ini sekarang online-online, website radikal, yang lain-lainnya yang masuk yang membuat pemahaman mereka berubah," jelasnya.

"Medsos ini nanti salah satunya mungkin melalui mekanisme MoU denganprovider, bahkan bila perlu digunakan juga memungkinkan aturan-aturan khusus mengenai masalah medsos ini," sambungnya.

Tito juga menyebut para pelaku pengeboman di sejumlah tempat di Surabaya dan Sidoarjo belajar membuat peledak dari internet. Mereka memakai bahan triaseton triperoxide (TATP), yang termasuk high explosive dan kerap digunakan kelompok teroris, seperti ISIS.

"Ini saya sampaikan tadi, mereka banyak belajar dari online. Cara membuat TATP online juga ada. Sementara yang kita deteksi mereka membuatnyaonline. Tapi investigasi masih berjalan," ujarnya.

Ditambahkan Tito, para pelaku pengeboman di Surabaya dan Sidoarjo terdiri atas satu keluarga. Baik pengeboman di gereja di Surabaya, rusunawa di Sidoarjo, maupun di Mapolrestabes Surabaya. 

"Ketiganya terkoneksi dalam JAD (Jamaah Ansharut Daulah) sel Surabaya," jelasnya.(exe/ist)


0 Komentar