Minggu, 13 Mei 2018 07:22 WIB

Pertemuan IMF-World Bank Diingatkan Harus Untungkan Indonesia

Editor : Luki Junizar
Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com - Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan mengingatkan pemerintah, agar mengoptimalkan Pertemuan Tahunan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank 2018, untuk keuntungan Indonesia. Salah satunya ajang promosi kondisi dan potensi ekonomi di Indonesia.

“Anggaran untuk pertemuan ini tidaklah murah, sekitar Rp1 triliun. Pertemuan ini tidak boleh disia-siakan untuk Indonesia unjuk diri, dalam kaitan untuk mendatangkan investor. Sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja,” kata Taufik dalam keterangan pers, Minggu (13/5/2018).

Taufik tak menampik, masih ada beberapa pihak yang menyoroti besarnya biaya untuk penyelenggaraan pertemuan ini. Sehingga, pemerintah harus menjelaskan mengenai keuntungan sebagai tuan rumah dari pertemuan yang dihadiri oleh 15 ribu delegasi itu.

“Keuntungan itu bukan hanya dinikmati oleh Bali saja sebagai lokasi pertemuan itu, tapi harus dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia. Pemerintah harus pastikan itu, karena pemerintah yang mengajukan sebagai tuan rumah pertemuan itu,” tandas Waketum DPP PAN itu.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta kepada seluruh pejabat Kementerian Keuangan untuk mampu menjelaskan secara lengkap dan transparan kepada masyarakat terkait posisi Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan IMF-World Bank di Bali pada Oktober 2018.

Ia menambahkan, terpilihnya Indonesia menjadi tuan rumah gelaran bertaraf internasional ini dikarenakan pengajuan dari pemerintah sendiri dan pada akhirnya terpilih.

"Saya minta seluruh pejabat Kementerian Keuangan mampu bisa menjelaskan ke publik, ini bukan pesta, ini bukan penghamburan uang, ini event waktu pemerintah menawarkan diri menjadi tuan rumah," kata Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (10/5/2018). 

Rencananya Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 diadakan di Nusa Dua, Bali, 12-14 Oktober 2018. Diperkirakan akan dihadiri 15 ribu delegasi dari 189 negara anggota. Sebanyak 700 organisasi non-pemerintah (non-governmental organization/NGO) dari berbagai negara juga dikabarkan datang.


0 Komentar