Jumat, 11 Mei 2018 22:32 WIB

Insiden Mako Brimob Cermin Pelecahan Pancasila

Editor : Eggi Paksha
Ahmad Syafii Maarif. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Cendekiawan muslim Indonesia, Ahmad Syafii Maarif mengapresiasi seluruh perkembangan dan kemajuan di berbagai bidang yang telah dicapai Indonesia. 

Namun demikian, di balik kemajuan yang telah dicapai itu, tersimpan keprihatinan mendalam terkait pengamalan Pancasila oleh warga negara.

Dalam acara Executive Lecture bertema Membangun Stabilitas, Kerukunan, dan Kemajuan Bangsa yang diselenggarakan Majalah Infobank, di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (11/05/2018), Syafii menyoroti pengamalan sila kedua dan kelima Pancasila. 

Menurut dia, nilai luhur Pancasila terutama sila kedua dan kelima ini masih jauh di awang-awang. "Terutama sila kemanusiaan yang adil dan beradab, ini dilecehkan dalam insiden Mako Brimob. Ada manusia yang membacok, membunuh, dengan atas nama Tuhan. Ini biadab. Ini terjadi di tengah kemajuan," kata Syafii.

Syafii mengatakan, insiden di Mako Brimob yang memakan korban jiwa merupakan tindakan yang tidak manusiawi. Menurut dia, teror tidak dibenarkan oleh agama manapun termasuk Islam.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini pun mendorong adanya peninjauan ulang terhadap kajian Islam. Indonesia, kata dia, harus memelopori perumusan Islam yang ramah, Islam yang rahmatan lil alamin.

"Kajian Islam harus ditinjau ulang. Karena banyak penafsir yang berlapis-lapis. Masa iya ada yang ingin Islam jadi ISIS, jadi Boko Haram. Itu kelakuan yang jauh daripada yang dikehendaki agama," kata Syafii.(exe/ist)


0 Komentar