Senin, 30 April 2018 10:47 WIB

KPK Diminta Beri Perhatian Lebih pada Kasus Novel Baswedan

Editor : Eggi Paksha
Bambang Widjojanto. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Mantan Komisioner KPK, Bambang Widjojanto, meminta pimpinan KPK memberi perhatian lebih pada kasus penyerangan yang dialami Novel Baswedan.

Dia ingin pimpinan KPK lebih aktif dalam mendorong penuntasan kasus yang dialami penyidik senior KPK itu.

"Sudah lebih dari satu tahun, kasus Novel juga belum tuntas. Saatnya mendorong pimpinan KPK bertindak lebih aktif, berani dan berpihak pada fungsional sejati KPK," kata Bambang lewat keterangan tertulisnya, Senin (30/4/2018).

Pria yang akrab disapa BW ini mengatakan Novel sebagai penyidik senior KPK telah memberi andil dan kontribusi penting dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Integritas dan profesionalitas Novel juga sekaligus mengangkat kehormatan KPK sebagai lembaga.
 

"Jika benar sinyalemen bahwa pimpinan KPK tidak lagi sepenuhnya memperhatikan penuntasan kasus Novel maka pimpinan KPK tengah merusak reputasi dan kehormatannya sendiri," tuturnya.

BW mengatakan penuntasan kasus Novel akan jadi catatan perjalanan para KPK dalam upaya pemberantasan korupsi. Menurutnya, Novel adalah anak buah yang tengah berjibaku melawan koruptor yang harus dilindungi.

"Ketidaktegasan, ketidakberanian, dan ketidakmampuan menuntaskan tragedi penyerangan Novel adalah catatan hitam mengenaskan dari pimpinan yang tak akan terhapuskan dan menjadi mimpi buruk di sepanjang sejarah proses penegakan hukum di bidang tipikor, khususnya di KPK," ungkapnya.

Dia berharap pimpinan KPK akan lebih trengginas untuk mendorong penuntasan penyerangan pada Novel. Penuntasan kasus ini juga sekaligus akan menyelamatkan eksistensi KPK dan lembaga pemberantas korupsi lain yang menjalankan mandat rakyat untuk perwujudan penegakan hukum tanpa pandang bulu.

"Sudah saatnya, Komisioner KPK didukung untuk lebih trengginas dalam mengasah nurani, kepekaan, keberanian dan keberpihakannya pada fungsional sejati KPK, bukan mereka yang diduga dan justru dapat menghancurkan KPK dari dalam. Jika tidak, potensial muncul tuduhan, Komisioner KPK turut terlibat membusukkan KPK dari dalam," ujar BW.

Sebagaimana diketahui, Novel diserang orang tak dikenal menggunakan air keras. Peristiwa ini terjadi pada 11 April 2017 seusai Novel menjalani salat subuh di dekat rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Polisi membuka hotline untuk menerima laporan dari masyarakat untuk upaya pengungkapan kasus penyerangan tersebut. Polisi juga sudah menyebarkan 4 sketsa wajah terduga penyerang Novel.(exe/dtik)


0 Komentar