Rabu, 25 April 2018 11:38 WIB

Parpol Pendukung Jokowi Diharapkan Tak Ada yang Hengkang

Editor : Rajaman
Ahmad Basarah (dok/putra)

JAKARTA, Tigapilarnews.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berharap tidak ada partai pendukung pemerintah yang hengkang setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan calon wakil presiden pendampingnya.

"Saya harap partai pendukung tidak menarik diri setelah Pak Jokowi tentukan cawapres," kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDIP Ahmad Basarah, Rabu (25/4/2018).

Wakil Ketua MPR itu mengungkapkan, ada spektrum kerja sama yang luas bagi partai-partai yang kadernya tidak menjadi calon wakil presiden untuk Jokowi.

"Banyak spektrum kerja sama yang bisa dilakukan, baik di DPR, MPR, kementerian, dan lain sebagainya," ujar Basarah.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebelumnya mengaku akan 'patah hati' jika tidak terpilih menjadi Cawapres Jokowi. Politikus yang biasa disapa Cak Imin itu telah membangun sejumlah posko pendukung, salah satunya posko JOIN yang merupakan kepanjangan dari Jokowi-Muhaimin.

Basarah mengatakan, berdasarkan pembicaraannya dengan Cak Imin, dia optimistis PKB tetap akan mendukung Jokowi setelah keputusan final mengenai calon wakil presiden.

"Dalam beberapa kali pertemuan saya dengan Cak Imin, saya cukup optimistis the end of decision PKB tetap akan ke Pak Jokowi. Tapi kita tentu menghormati keputusan apapun dari PKB," jelas Basarah.

Basarah memandang langkah politik Muhaimin mendirikan posko dukungan sebagai fase lumrah yang mesti dilalui dalam upaya memeroleh tiket menjadi cawapres Jokowi.

Sementara Ketua Umum PPP Romahurmuziy dalam acara yang sama mengatakan alih-alih khawatir ada partai pendukung Jokowi yang menarik diri, malah optimistis akan ada tiga partai tambahan, di luar partai baru, yang bakal mendeklarasikan dukungan bagi Jokowi.

Lima partai lama yang telah mendukung Jokowi adalah Nasdem, Golkar, PPP Hanura, Nasdem, PDIP.

"Kalau hari ini hanya lima, saya meyakini pada saatnya nanti akan ada delapan partai politik yang mengusung pak Jokowi. Saya memiliki optimisme, kalau beberapa waktu yang lalu saya katakan ada dua parpol akan bergabung, saya kira dua parpol ini hanya soal waktu, tapi satu parpol lagi tidak akan banyak pilihan yang tersisa sehingga akan bergabung juga," ungkap Romahurmuziy.


0 Komentar