Selasa, 24 April 2018 19:21 WIB

PPP Bicara soal Duet Jokowi-Prabowo

Editor : Eggi Paksha
Arsul Sani. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Presiden Joko Widodo berbicara peluang menggandeng Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

PPP sebagai partai pendukung Jokowi mengaku terbuka dengan kemungkinan itu.

"PPP terbuka untuk menerima opsi paslon pilpres antara Pak Jokowi sebagai capres dan Prabowo sebagai cawapres," ungkap Sekjen PPP, Arsul dalam perbincangan, Selasa (24/3/2014).

Apalagi bila ternyata duet Jokowi-Prabowo disebutnya bisa membuat kontestasi Pilpres 2019 menjadi lebih dingin, PPP sangat mendukungnya. Sebab bila dua tokoh ini bersatu, kata Arsul, itu dapat mencegah elemen-elemen bangsa terpecah.

"Tentu semuanya perlu dimusyawarahkan dengan seluruh parpol pendukung Jokowi, termasuk diantaranya menyepakati platform pemerintahan ke depan," tambah anggota Komisi III DPR itu.
 

Soal duet Jokowi-Prabowo ini sebenarnya sempat dilontarkan Ketum PPP Romahurmuziy. Pria yang akrab disapa Rommy itu mengklaim Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Sandiaga Uno sempat menawarkan kemungkinan Prabowo menjadi cawapres Jokowi saat keduanya bertemu.
 

"Sebab jangan sampai juga nantinya Presiden dan Wapres yang terpilih tidak sejalan ketika menjalankan pemerintahan," lanjut Arsul.

Jokowi bicara soal peluang menggandeng Prabowo saat menjawab pertanyaan Najwa Shihab untuk acara Mata Najwa. Pernyataannya itu kemudian membuat Gerindra menyebut Jokowi mumet (pusing) karena ingin sang ketum menjadi cawapresnya."Jokowi dan Istana lagi mumet," tutur Waketum Gerindra, Ferry Juliantono.

Jokowi, dinilainya, putus asa mencari cara menyelamatkan elektabilitas yang diklaim terus merosot. Karena itu, Ferry mengatakan, dimunculkanlah opsi duet dirinya dengan Prabowo untuk menyelamatkan dari kegagalan Pilpres 2019.

"Makanya Jokowi panik dan belakangan sering mengirim utusan dalam rangka penjajakan kemungkinan koalisi, termasuk menjajaki kemungkinan Pak Prabowo berpasangan. Sudah tidak ada yang mau lagi dengan orang yang elektabilitasnya hancur. Apalagi kalau soal ekonomi ini makin krisis, jangan-jangan belum tentu bisa bertahan sampai 2019," ujar dia.
 

"Bagaimana akan mengajak bergabung dengan Prabowo, jika Sandiaga sendiri masih menawarkan Prabowo untuk berdampingan menjadi cawapres Jokowi," kata Rommy berbicara soal pertemuannya dengan Sandiaga.

Gerindra sudah membantah pernyataan Rommy. Sandiaga sendiri juga memberikan bantahan.(exe/ist)


0 Komentar