Selasa, 17 April 2018 16:16 WIB

Pemerintah akan Coret 14 dari 245 Proyek Strategis Nasional

Editor : Yusuf Ibrahim
Ilustrasi proyek pembangunan jalan. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Kementerian Koordinator bidang Perekonomian mengatakan akan mencoret 14 proyek dari daftar proyek strategis nasional (PSN) dari posisi saat ini 245 proyek.

Ini lantaran konstruksi proyek-proyek tersebut baru bisa dimulai kuartal III 2019 mendatang.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan hasil ini merupakan keputusan yang sudah diputuskan dalam rapat terbatas yang dilakukan Presiden Joko Widodo bersama kementerian dan lembaga terkait.

Beberapa proyek yang ditunda kereta api Jambi-Palembang, kereta api Kalimantan Timur, bendungan Pelosika di Sulawesi Tenggara, dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Merauke.

"Jadi kalau memang konstruksi masih susah hingga kuartal III 2019, ya sudah di-drop saja. Kenapa kami pakai waktu kuartal III 2019, karena itu sudah mulai pemerintahan baru," ujar Darmin di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (16/4).

Ia melanjutkan, evaluasi PSN memang sudah dilakukan pemerintah secara berkala. Sebelumnya di awal tahun 2017, pemerintah juga mengevaluasi PSN yang tercantum di dalam Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016. Hasilnya, 15 dari 225 proyek kala itu harus dicopot lantaran tak memiliki perkembangan berarti.

Namun, dalam perkembangannya, pemerintah akhirnya menambah lagi 25 proyek baru lagi dan satu program nasional sehingga total PSN saat ini 245 proyek dan dicantumkan di dalam Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017. 

"Tapi meski proyek-proyek ini di-drop, nantinya Kementerian terkait bisa mengajukannya kembali sebagai PSN asal memang persiapannya matang," imbuh dia.

Kendati mencoret 14 PSN dari daftar PSN, pemerintah juga menambah satu proyek baru untuk dimasukkan sebagai proyek strategis, yakni Universitas Islam Internasional Indonesia yang akan dibangun di Depok atas usulan Kementerian Agama. 

Selain itu, pemerintah juga menambah satu program nasional yang di dalamnya terdiri dari sertifikasi tanah, perhutanan sosial, reforma agraria, dan peremajaan perkebunan rakyat.

Selain itu, 10 PSN akan dicoret dari daftar karena sudah rampung di tahun 2017 kemarin. Sehingga total PSN yang baru menjadi 222 proyek dan tiga program nasional.

"Nilai investasi dari proyek yang kami drop ini sekitar Rp264 triliun," ungkap dia.

Sebelumnya, dalam Perpres Nomor 58 Tahun 2017, pemerintah menetapkan 245 proyek strategis nasional dan dua program PSN dengan nilai investasi sebesar Rp4.197 triliun. Rencananya, sebagian besar dana disediakan oleh swasta, yaitu Rp2.413 triliun.(exe/ist)


0 Komentar