Jumat, 06 April 2018 07:58 WIB

Pemerintah Didesak Setop Peredaran dan Perdagangan Miras

Editor : Luki Junizar
Ilustrasi

JAKARTA, Tigapilarnews.com - Selama empat hari terakhir ini, korban tewas akibat minuman keras (miras) oplosan terus berjatuhan dan terjadi secara serentak di Jakarta hingga Bogor dan Bekasi. Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas meminta pemerintah mengambil sikap tegas. 

"Benar-benar mengenaskan di mana dalam beberapa hari terakhir ini 24 orang tewas atau meregang nyawa karena menenggak minuman keras di wilayah hukum kepolisian daerah metropolitan Jakarta Raya. Hal ini tentu saja sangat-sangat kita sesalkan," kata Anwar lewat pesan singkat, Kamis (5/4/2018).

Anwar menyesalkan banyaknya korban akibat miras itu. Anwar mengatakan PP Muhammadiyah mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk menghentikan peredaran miras.

"PP Muhammadiyah mendesak pihak pemerintah agar secara serius dan bersungguh-sungguh menghentikan perdagangan dan peredaran minuman keras karena atas alasan apapun mudharatnya minuman keras itu jauh lebih besar dari manfaatnya," tegasnya. 

Pihaknya pun menuntut pemerintah untuk mengambil sikap demi melindungi anak-anak bangsa. Dia berharap generasi baru itu bisa dilindungi dari peredaran miras. 

"Untuk itu langkah tegas pemerintah bagi menghentikan perdagangan dan peredaran minuman keras di negeri ini benar-benar kita nanti dan kita harapkan. Tanpa ada sikap tegas dari pemerintah untuk menghentikan perdagangan miras ini maka hari-hari kita ke depan akan dihiasi dengan berita-berita yang menyedihkan berupa kematian dari anak-anak bangsa karena menenggak minuman haram dan terkutuk tersebut," tegasnya. 

Berdasarkan sepanjang beberapa hari, total korban tewas di Jakarta, Depok, Bogor sampai saat ini berjumlah 28 orang dalam 4 hari terakhir. 10 korban tewas di antaranya berada di Jakarta Timur, dan selanjutnya 10 korban tewas ada di Jakarta Selatan.

Sementara di Depok, tercatat sudah ada 8 korban tewas. 4 Korban warga Beji tewas akibat miras oplosan di Jagakarsa, dan 4 orang lainnya akibat meminum miras oplosan di kawasan Pitara, Depok. 

Sedangkan dua orang meninggal dunia akibat miras oplosan ada di Bekasi. Kedua korban sebelumnya meminum miras oplosan di Jatiasih, Bekasi. 


0 Komentar