Kamis, 05 April 2018 14:18 WIB

MKEK IDI Didorong Buka-bukaan Soal Masalah Dokter Terawan

Editor : Luki Junizar

JAKARTA, Tigapilarnews.com - Pemecatan sementara dilakukan Majelis Kode Etik Kedokteran (MKEK) terhadap Kepala RSPAD Dokter Terawan melakukan metode cuci otak kepada pasien mendapatkan respon dari pimpinan DPR.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengaku heran dengan sanksi pemecatan terhadap dokter Terawan Agus Putranto selama 12 bulan.

“Maksud saya kan dokter Terawan, dokternya presiden. Artinya kalau orang dipecat nangani presiden gimana? Kan itu harus dianggap persoalan serius,” kata Fahri saat dihubungi, Kamis (5/4/2018).

Untuk itu, Fahri mengimbau agar persoalan dokter Terawan direkonsiliasikan di IDI sebagai organisasi profesi dokter.

Tak hanya itu, Fahri juga mendorong MKEK IDI buka-bukaan soal permasalahan yang menimpa dokter Terawan.

“Ini kan melibatkan dokter pribadi presiden, mbok ya harus duduk dong menteri kesehatannya, direkonsiliasi mau apa ini. Tidak boleh intervensi hal yang sifatnya scientific, tapi maksud saya kalau ini dianggap dua aliran pemikiran ya aliran pemikiran,” jelasnya.

“Menurut saya ini rekonsiliasi, ketemu saja. Letak kreatifitasnya dimana, tidak disiplinnya dimana, sebab saya mendengar dokter terawan ini bukan hanya menangani presiden tapi juga orang-orang besar, kaya,” tutupnya.


0 Komentar