Kamis, 22 Maret 2018 10:56 WIB

Driver Protes Kebijakan Tarif PT Go-Jek yang Tanpa Sosialisasi

Editor : Eggi Paksha
Ilustrasi aksi demo sopir ojek daring Go-Jek. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Ribuan sopir ojek daring Go-Jek dari Solo dan sekitarnya menggelar aksi unjuk rasa, Kamis 22/03/2018).

Mereka memprotes kebijakan PT Go-Jek Indonesia (GI) yang menurunkan tarif tanpa sosialisasi.

Demonstrasi digelar di Jalan Proklamasi, kawasan Solo Baru, Sukoharjo, Kamis (22/3/2018). Para demonstran memulai aksi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Massa lalu membentangkan spanduk berisikan protes, seperti 'Kami bukan sapi perah', 'Kami bukan kelinci percobaan', dan 'Tarif Kejam'. Setelah berorasi, mereka melakukan aksi longmarch menuju kantor perwakilan Go-Jek di Sukoharjo.
 

Adapun penurunan tarif berlaku untuk layanan Go-Ride. Tarif diturunkan dari Rp 8 ribu untuk jarak pendek, menjadi Rp 5 ribu.

"Biasanya Rp 8 ribu, tiba-tiba diturunkan jadi Rp 5 ribu. Itu masih dipotong Go-Pay Rp 1 ribu, jadinya Rp 4 ribu," kata koordinator lapangan, Budi Lestari.

Para sopir mengaku telah bernegosiasi dengan kantor perwakilan Go-Jek Solo, namun tidak ada hasil karena merupakan kebijakan kantor pusat. Mereka juga berencana melakukan aksi mogok kerja selama 3 hari.

Menurutnya, kebijakan itu baru diterapkan di Solo. Jika di Solo berhasil, imbuh dia, kebijakan itu akan diterapkan di kota-kota lain.

"Solo ini kota kecil tapi kami bergerak karena penurunan tarif yang tidak manusiawi. Bayangkan sekarang berapa harga bensin? Nasi bandeng Rp 2 ribu, es teh Rp 2 ribu. Saat ini kami Solo bergerak dan kami menolak," ujar dia.(exe/ist)


0 Komentar