Selasa, 19 Desember 2017 09:54 WIB

Sebanyak 9.788 Warga Manado Jadi Korban Banjir dan Tanah Longsor

Editor : Eggi Paksha
Ilustrasi bantuan penanganan korban banjir. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Sebanyak 9.788 jiwa warga Manado telah menjadi korban bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi sejak 13 sampai 17 Desember 2017, pernyataan Pemerintah Kota Manado.

"Penduduk yang menjadi korban bencana tersebut berada pada enam kecamatan dan 22 kelurahan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manado, Max Tatahede, di Manado, Selasa (19/12/2017). 

Tatahede menyebutkan kecamatan yang terkena bencana tersebut adalah Singkil, Sario, Tikala, Wanea, Paal Dua, dan Malalayang, dengan korban terbanyak berada di Kecamatan Paal Dua yang tercatat sebanyak 3.279 jiwa. 

Ia merincikan korban bencana alam itu, di Kecamatan Singkil jumlah korban adalah sebanyak 2.043 jiwa, Sario 425 jiwa, Tikala 3.270 jiwa, Wanea sebanyak 784 jiwa, kemudian Kecamatan Malalayang sebanyak 108 jiwa. 

Selain itu, katanya lagi, ada juga korban jiwa dua orang yakni anak balita yang hanyut dan tertimbun tanah longsor dan sudah dimakamkan. 

Tatahede mengatakan, akibat bencana tersebut, banyak juga fasilitas umum dan sosial yang terdampak bencana, seperti sekolah, rumah ibadah seperti gereja dan masjid, kemudian jalan-jalan di beberapa titik rusak serta selokan dan drainase terbuka banyak yang tertimbun lumpur. 

Dia mengatakan, berapa banyak fasilitas umum lainnya yang rusak, semuanya masih dalam pendataan BPBD dan Dinas Sosial setempat untuk dilaporkan ke BNPB. 

Sedangkan untuk penanganan setelah bencana, menurutnya, pemerintah sudah menyalurkan bantuan makanan siap saji kepada warga baik yang masih bertahan di rumah, maupun di lokasi pengungsian seperti sekolah, rumah ibadah dan aula umum.(ant)


0 Komentar