Sabtu, 26 Agustus 2017 02:48 WIB

Waspadai Filipina, PB Forki Janji lebih Baik di Asian Games

Editor : Yusuf Ibrahim
Plt Sekjen KOI, Helen Sarita De Lima (tengah/kemeja putih), menyambut kedatangan sekaligus memberikan pengalungan bunga ke tim karate. (foto Esa/Tigapilarnews.com)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Tim karate Indonesia mencetak hasil membanggakan dalam perlombaan SEA Games 2017, di Kuala Lumpur, Malaysia.

Sebanyak tiga medali emas, tiga perak dan tujuh perunggu mampu dibawa pulang. Masing-masing medali emas dipersembahkan lewat Iwan Bidu Sirait (Kumite di bawah 55 kg putra), Cok Istri Agung Sanistya Rani (di bawah 61 kg putri) dan Srunita Sari Sukatendel (nomor kumite putri di bawah 50 kg).

Sari memastikan emas setelah mengalahkan atlet Thailand, Paweena Rakshachart dengan skor telak 6-0.

"Ini melebihi target dari yang kita janjikan ke pemerintah. Persaingan sangat ketat. Dari 11 negara, ada empat yang hampir berimbang. Malaysia, Vietnam Indonesia dan Thailand. Untuk kedepannya, kita harus waspadai Filipina yang sedang galak-galaknya melakukan pembinaan,” ujar Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PB Forki (Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-do Indonesia) sekaligus Manajer Timnas Karate Indonesia, Zulkarnain Purba, kepada Tigapilarnews.com di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (25/08/2017) malam.

“Hasil ini akan kita evaluasi, siapa yang betul-betul pantas masuk Asian Games. Karena itu, kita harap dukungan penuh dari pemerintah. Sebab tidak mudah untuk menggapai prestasi. Kita sangat berharap pemerintah mendukung untuk mencapai target yang dibebankan. Kalau kita bicara sports sience, nutrisi dan olahraga modern yang digaungkan pemerintah, maka anggaran itu mengikuti program. Jadi jangan dibalik, program yang harus mengikuti anggaran,” tuturnya.

Dilanjutkannya lagi, untuk menghadapi Asian Games dipastikan tetap melakukan promosi dan degradasi. 

”Sebab nanti hanya 13 atlet. Dari KOI (Komite Olimpiade Indonesia), informasinya 12 atlet sudah disetujui yang tadinya setiap negara hanya delapan. Tapi tuan rumah diberikan kesempatan sebanyak 12. Nomor-nomor tidak ada beregu dan hanya perorangan. Tinggal kita bagaimana melihat peluang yang ada itu di mana. Apakah di atas atau di bawah. Tapi kans besar penyumbang emas ada di Kumite Putri kemudian Kata Perorangan Putra,” urainya.

Lebih jauh dikatakannya, Indonesia memiliki beberapa atlet di peringkat dunia, yakni delapan WKF, 10, 12, 22, 54 dan 56, yang harus mengikuti sirkut pada September hingga November.

“Akan ada empat negara yang ikut, yaitu Jerman, Istanbul, Austria  dan Jepang. Ini harus ikut agar rangking kita jangan jatuh, karena sebagai syarat tampil di olimpik,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Sekjen KOI, Helen Sarita De Lima, memberikan acungan jempol pada para atlet dan tim pelatih serta ofisial karate yang telah tampil sekuat tenaga.

“Ini pretasi yang sangat luat biasa. Kita harapkan mereka lebih giat untuk pesiapan Asian Games. Kami sepakat dengan pelatih terkait apa yang harus dijalani olah cabor karete demi meraih prestasi yang lebih gemilang,” tuturnya.

“Tentunya, kita punya mimpi dan ini harus dipertandingkan di olimpiade. Sebab, Indonesia diyakini bisa berbircara lebih banyak lagi. Kami dari KOI sengat mengapresiasinya agar seluruh pihak mempeispakan diri dengan sangat baik. Kita harus saling bahu membahu dan mendorong agar menjadi lebih baik,” tutupnya.(exe)


0 Komentar