Selasa, 08 Agustus 2017 14:31 WIB

MUI: Pidato Victor Laiskodat Picu Kegaduhan

Editor : Luki Junizar
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid Saadi. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai, pidato politikus NasDem Victor Laiskodat di Kupang, NTT berpotensi memicu kagaduhan. Meski demikian, MUI meminta semua pihak menahan diri dan tidak terpancing untuk melontarkan pernyataan yang dapat memanaskan situasi.

"Jangan sampai ada yang mengadu domba antar golongan dan kelompok masyarakat, khususnya antar umat beragama di Indonesia. Karena dikhawatirkan hal tersebut dapat mengganggu harmoni kehidupan, yang sudah terbangun dengan baik, rukun, aman dan damai," kata Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa'adi saat dihubungi, Selasa (8/8/2017).

Lebih jauh, Zainut berharap para elite politik memakai cara musyawarah dengan semangat kenegarawan dan kekeluargaan, dalam menyelesaikan polemik pernyataan Victor Laiskodat.

"Sehingga persoalannya tidak semakin meluas dan melebar. Jika dalam musyawarah antar elit politik tidak dapat dicapai kata sepakat, maka MUI menganjurkan agar penyelesaian ditempuh melalui jalur hukum, karena jalur hukum adalah pilihan terhormat dan beradab," paparnya.

Diketahui, Victor menuding empat partai secara eksplisit yakni Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN sebagai partai yang mendukung kelompok ekstremis, pendukung khilafah, dan karena itu tidak boleh didukung. Bahkan, keempat partai tersebut disamakan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada 1965 yang Iayak dibunuh.

Saat berpidato di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa 1 Agustus 2017, Ketua Fraksi Nasdem di DPR Viktor Laiskodat mengajak hadirin untuk tak memilih calon kepala daerah atau calon legislator dari partai-partai ekstremisme dan pro-khilafah yakni Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN).‎


0 Komentar