Sabtu, 01 Juli 2017 13:01 WIB

Aksi Teror ke Brimob, Komisi III: Pelaku Keliru Memahami Agama Islam

Editor : Luki Junizar
Lokasi Penikaman Dua Anggota Brimob di Jawasan Blok M (ist)

JAKARTA, Tigapilarnews.com - Anggota Komisi III DPR Muslim Ayub mengatakan, aksi teror penusukan dua anggota Brimob di Masjid Falatehan, Jakarta Selatan, tidak ada kaitannya dengan Islam. Dia menegaskan pelaku aksi teror adalah orang yang keliru memahami Islam.

Maka itu, ia meminta Polri dan Kementerian Agama berkoordinasi dengan sejumlah tokoh masyarakat untuk terus memberikan pemahaman agama yang benar kepada masyarakat. Tujuannya, agar tidak terjadi pembelokan orientasi dalam memahami agama.

"Ini kan berarti mematahkan penilaian bahwa polisi itu kafir. Hal ini menunjukkan pelaku keliru pemahaman agamanya. Teror itu bukan Islam dan tidak semua umat Islam. Jadi tidak bisa digeneralisir," kata Muslim, Sabtu (1/7/2017).

Lebih jauh, Politisi PAN ini mengungkapkan, teror yang terjadi kepada dua anggota Brimob tersebut, harus dijadikan alarm pengingat bagi polisi untuk lebih mawas diri dan merespon cepat segala bentuk serangan aksi. Bahkan polisi diminta terus meningkatkan kewaspadaan.

"Semoga dua personel Brimob yang diserang segera pulih dirawat," tutupnya.

Diketahui, telah terjadi penusukan terhadap anggota Brimob terjadi sekitar pukul 19.40 WIB usai salat Isya. Pelaku sempat berteriak dengan mengeluarkan pisau sangkur dan menusuk anggota Brimob.

Setelah penusukan, pelaku berlari ke arah terminal Blok M sambil mengancam anggota Brimob lain yang sedang berjaga. Karena mengabaikan tembakan peringatan, polisi menembak pelaku hingga akhirnya tewas.


0 Komentar