Sabtu, 22 April 2017 10:59 WIB

Kekalahan Ahok-Djarot Akibat Pemilih Partai Pendukung Berbelok

Reporter : Muhammad Syahputra Editor : Luki Junizar
Eep Saefullah dalam sebuah acara diskusi (dok/putra)

JAKARTA,Tigapilarnews.com- Kekalahan Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat pada putaran kedua Pilgub DKI melalui hasil hitung cepat, diduga karena kesalahan beberapa partai pendukung tak bisa menjaga ritme pemilih (loyalis).

Hal tersebut, dikatakan langsung oleh Direktur Polmark Indonesia, Eep Saefullah dalam acara diskusi, dengan tema pembahasan "Setelah Pilkada DKI Usai" di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (22/4/2017).

"Pemilih berasal dari partai ternyata tidak semua taat dengan partainya, salah satu contohnya, Nasdem yang dukung Ahok dan Djarot, ternyata pemilihnya hanya 54 persen saja, sama halnya drngan PPP dan partai lainnya," ujar Eep Saefullah.

Menurutnya, hanya ada satu partai pemilihnya taat serta konsisten pada putaran pertama dan kedua Pilgub DKI Jakarta.

"Satu-satunya partai disiplin hanyalah PDIP, sisanya menumpuk di Anies dan Sandi," katanya.

Selain itu, partai pendukung pemilihnya berbelok terindikasi sebagai bentuk politik marketing.

"Dan cenderung dianggap negatif, itu bukan transaksi, melainkan siasat untuk mengefektifkan serta mengefisienkan, output dan income yang ada," jelasnya.


0 Komentar