Kamis, 20 April 2017 07:36 WIB

Universitas Diponegoro Siapkan Kota 2.306 Mahasiswa

Editor : Eggi Paksha
Ilustrasi sarjana. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Universitas Diponegoro Semarang menyiapkan kuota mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2017 sebanyak 2.306 kursi.

"Daya tampung mahasiswa baru Undip pada tahun ini sebanyak 7.685 orang dari 51 program studi yang ada," kata Rektor Undip, Prof Yos Johan Utama di Semarang, Rabu.

Diakuinya, pendaftar SNMPTN di Undip pada tahun ini memang ada kecenderungan turun dibandingkan tahun lalu, sebagaimana terjadi pula di perguruan-perguruan tinggi lainnya.

Menurut dia, persyaratan sekolah untuk mengirimkan siswanya mendaftar SNMPTN tahun ini semakin ketat sesuai dengan nilai akreditas yang diraih sekolah, seperti Akreditasi A, B, dan C.

Sekolah terakreditasi A boleh mengirimkan 50 persen siswa terbaiknya, sekolah terakreditasi B hanya 30 persen siswa terbaiknya, sementara C hanya 10 persen, dan akreditasi lain hanya lima persen.

"Khusus (pendaftar, red) SNMPTN, kami mencatat ada penurunan memang. Pada SNMPTN 2016 ada 44.356 pendaftar, sementara untuk tahun ini tercatat hanya 33.745 pendaftar," katanya.

Meski demikian, Guru Besar Fakultas Hukum Undip itu mengakui perguruan tinggi diuntungkan dengan pengetatan syarat itu karena yang didapatkan adalah calon mahasiswa yang betul-betul terpilih.

"Istilahnya, yang terpilih nanti betul-betul best of the best. Ya, perguruan tinggi memang lebih diuntungkan meski terjadi penurunan jumlah pendaftar SNMPTN," katanya.

Berkaitan dengan SNMPTN, Yos menambahkan ada prodi-prodi tertentu yang paling diminati, yakni Manajemen dengan jumlah pendaftar 3.110 orang, kemudian Akuntansi sebanyak 2.884 orang.

"Dua prodi itu di Fakultas Ekonomi. Kemudian, ada lagi di bawahnya, yakni Kesehatan Masyarakat di Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip, ada 2.481 pendaftar," katanya.

Selain itu, kata dia, jumlah pendaftar di Fakultas Kedokteran Undip ternyata juga membeludak sampai 1.578 orang yang berasal dari 31 provinsi yang ada di Indonesia.

"Meski tidak terlalu tinggi (banyak, red.) dibanding prodi-prodi lain. Namun, daya tampung yang kami sediakan hanya 79 mahasiswa. Artinya, persaingannya sangat ketat," pungkas Yos.(exe/ist)


0 Komentar