Sabtu, 08 April 2017 08:18 WIB

Serangan AS di Suriah Dinilai Picu Perang Nuklir dengan Rusia

Editor : Eggi Paksha
Presiden AS, Donald Trump. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Dua politikus anggota Kongres Amerika Serikat (AS) Tulsi Gabbard dan Brian Schatz mengutuk serangan rudal di Suriah atas komando Presiden Donald Trump.

Para politisi itu memperingatkan serangan itu bisa memicu perang nuklir dengan Rusia sebagai sekutu Suriah.

Gabbard, politikus Partai Republik asal Hawaii telah bertemu dua kali dengan Presiden Suriah, Bashar al-Assad pada bulan Januari lalu. Dia mengatakan kepada Star-Advertiser, bahwa dia pikir pertemuannya itu penting untuk membawa “musuh” ke meja perdamaian.

Menurut Gabbard, keputusan Presiden Trump membuka potensi perang nuklir antara AS dan Rusia. Dia memahami asalah serangan rudal-rudal Tomahawk ke pangkalan udara Shayrat, Suriah, sebagai respons atas dugaan serangan senjata kimia terhadap warga sipil di Idlib yang dituduhkan kepada pasukan Assad.

Namun, cara Trump itu ilegal dan berbahaya.”Ini adalah kemarahan dan sedih saya bahwa Presiden Trump telah mengambil nasihat dari ‘war hawks’ untuk perubahan rezim secara ilegal, untuk menggulingkan pemerintah Suriah,” kritik Gabbard.

 ”Ini adalah (tindakan) cupet dan akan menyebabkan warga sipil tewas lebih banyak, lebih banyak pengungsi, al-Qaeda dan teroris lainnya lebih kuat, dan perang nuklir mungkin (pecah) antara AS dan Rusia,” ujarnya.

”Pemerintahan ini telah bertindak sembrono tanpa pertimbangan dari konsekuensi  serangan AS di Suriah, tanpa menunggu pengumpulan bukti dari tempat kejadian paparan (senjata) kimia,” kata Gabbard dalam pernyataannya, yang dikutip Sabtu (8/4/2017).

”Jika Presiden Assad memang bersalah atas serangan kimia mengerikan ini pada warga sipil tak berdosa, saya akan menjadi (orang) yang pertama untuk menyerukan penuntutan dan eksekusi oleh Pengadilan Kriminal Internasional,” katanya. 

”Namun, karena serangan kami terhadap Suriah, penyelidikan ini mungkin sekarang bahkan tidak mungkin. Dan tanpa bukti tersebut, penuntutan yang sukses akan jauh lebih sulit,” imbuh dia.

Senator AS Brian Schatz dalam pernyataannya mengutuk penggunaan senjata kimia di Suriah sekaligus serangan udara AS. ”Penggunaan senjata kimia oleh rezim Assad adalah menjijikkan, tapi respons militer bukanlah jawabannya,” katanya. 

”Presiden telah gagal untuk mengartikulasikan strategi guna mengakhiri perang sipil Suriah. Sebuah serangan mungkin memuaskan keinginan kita untuk menempatkan  Assad bertanggung jawab, tetapi ada risiko eskalasi lebih dalam tanpa arah atau tujuan. Dan kecuali konflik ini berakhir, kita tidak akan pernah mengalahkan ISIS dan mencegahnya,” lanjut dia.

”Apapun itu, Kongres harus berdebat soal wewenang setiap eskalasi keterlibatan militer AS terhadap rezim Suriah,” paparnya.”AS harus fokus pada upaya diplomatik dengan mitra dan sekutu di wilayah tersebut untuk mencapai solusi politik yang menghasilkan pemerintah Suriah pasca-Assad yang membawa stabilitas di wilayah tersebut.”(exe/ist)
 


0 Komentar