Senin, 03 April 2017 11:46 WIB

Indonesia Promosi Wisata Bahari di Selandia Baru

Editor : Hermawan

JAKARTA, Tigapilarnews.com - Indonesia mempromosikan wisata bahari ke komunitas pelayar di Selandia Baru, yang dikenal sebagai negeri pelayar dan daerah persinggahan pelayar dunia.

Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata I Gde Pitana mengatakan promosi Wonderful Indonesia ke komunitas pengguna kapal pesiar juga ditujukan untuk memromosikan Wonderful Sail2Indonesia dengan jalur layar menuju Sail Sabang 2017.

Lewat kegiatan promosi wisata itu, ia menjelaskan, kementerian ingin menyampaikan hal-hal yang berhubungan dengan jalur layar, perizinan, lama tinggal dan lokasi pilihan dan waktu-waktu yang tepat bagi para yachter untuk mengunjungi Indonesia.

Komunitas yachter biasanya tiba di Auckland, Whangarei, dan Opua pada April untuk menikmati keindahan dan kenyamanan iklim Selandia Baru. Indonesia memanfaatkan kesempatan itu untuk promosi wisata bahari.

"Dengan kebiasaan yang sudah berlangsung puluhan tahun ini maka kita bisa menyimpulkan bahwa kesempatan untuk melakukan promosi di Selandia Baru adalah pada Maret, April, atau Mei, karena setelah bulan ini mereka akan bergerak ke utara menuju Sidney, Cairns, dan Darwin untuk melintasi Indonesia ke Asia," kata Pitana, Jakarta, Senin (3/3/2017).

Ia menjelaskan bahwa setelah kegiatan promosi pada 2016, animo pelayar Selandia Baru berkunjung ke Indonesia meningkat, namun tidak mengelaborasi peningkatan itu secara rinci.

"Oleh sebab itu Promosi dan Koordinasi Organizer Indonesia dengan Organizer Selandia Baru menjadi hal yang penting dan harus dilaksanakan sesuai dengan misi dan visi serta demi suksesnya Sail Sabang 2017," katanya.

"Ini juga merupakan kesempatan untuk menjaring target wisatawan potensial asal Selandia Baru," katanya.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran Asia dan Pasifik Vinsensius Jemadu mengatakan promosi Wonderful Indonesia pada komunitas yachter di Auckland, Opua, dan Whangarei dilaksanakan pada 30 Maret hingga 5 April 2017.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Selandia Baru adalah pasar wisata potensial yang belum tergarap optimal.

"Tahun ini kami akan semakin serius menggarap pasar di Selandia Baru karena potensi masyarakatnya yang memiliki tingkat kesejahteraan tinggi dengan jumlah outbond yang lebih besar daripada jumlah penduduk," katanya.

Ia menambahkan selama ini Selandia Baru belum dianggap sebagai satu pasar, tapi masih dianggap sebagai satu pasar dengan Australia.

Pada 2015 wisatawan Australia yang berkunjung ke Indonesia mencapai 1.026.239 orang dan angka kunjungan naik hingga berkisar 1.400.000 orang pada 2016.

 

 

 

sumber: antara


0 Komentar