Jumat, 03 Maret 2017 07:41 WIB

Trump Tekad Perbaharui Semangat Rakyat AS

Editor : Eggi Paksha
Donald Trump. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Memperbaharui semangat rakyat Amerika Serikat (AS) menjadi inti pidato pertama Presiden Donald Trump di Kongres.

Dengan menyampaikan sejumlah langkah dengan penuh semangat, Presiden Trump berbicara mengenai “babak baru kehebatan AS”.

Pidato utama dan pertamanya itu sebenarnya bertujuan untuk meningkatkan popularitas Trump. Dia juga ingin menunjukkan komitmen pembangunan dan reformasi total yang digaungkannya.

Trump memposisikan diri sebagai pemimpin yang bukan hanya memberikan janji dan harapan, tetapi presiden AS yang ingin memperbaiki bangsanya. 

“Apa yang kita saksikan saat ini adalah pembaruan semangat rakyat AS,” kata Trump. Imigrasi masih menjadi fokus utama pidato Trump.

Dia mengungkapkan, migrasi massa pekerja tak berkemampuan merugikan miliaran dolar uang dari pembayar pajak AS dan mengakibatkan kekurangan pekerjaan dan upah bagi kelas pekerja. Trump meminta anggota parlemen untuk mendukung reformasi imigrasi yang diajukan pemerintahannya. 

“Jika kita dipilih oleh warga Amerika yang baik, saya percaya Republik dan Demokrat bisa bekerja sama untuk mencapai hasil,” kata Trump dilansir AFP.

Sistem kepatutan—yang diterapkan di Kanada dan Australia— kata Trump, akan menyelamatkan dolar, gaji pekerja, dan membantu keluarga termasuk keluarga migran, untuk menjadi kelas menengah. 

“Menjadi prinsip dasar bagi siapa yang masuk ke negara agar membantu finansial mereka sendiri,” ungkap Trump. “Kini di AS, kita tidak memaksakan aturan ini sehingga sumber daya publik masyarakat miskin semakin hilang,” imbuhnya.

Masih berkaitan dengan imigrasi, Trump tetap berjanji akan membangun tembok perbatasan Meksiko untuk mencegah migran masuk AS. Dia tetap menyebut para migran itu sebagai bandar narkoba, pembunuh, dan pemerkosa. 

“Saya berjanji untuk membuat komunitas AS lebih aman dengan menegakkan hukum imigrasi,” janji Trump. Sementara itu, dalam isu luar negeri, Trump mengungkapkan AS tetap mendukung penuh NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara).

“Saya meminta anggota aliansi untuk memenuhi kewajiban finansial untuk NATO,” pintanya. Dia juga mengungkapkan AS siap menghancurkan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). “Saya berjanji akan melenyapkan musuh itu dari planet kita,” ungkap Trump disambut tepuk tangan hangat. 

Untuk itu, dia berjanji membangun ulang militer AS. Tanpa menyebut Rusia, Trump mengungkapkan AS akan mencari teman baru dan memperkuat kemitraan baru. “Kita ingin harmoni dan stabilitas, bukan perang dan konflik,” ujar Trump. 

Dalam kebijakan dalam negeri, Trump menjabarkan cetak biru pengganti Obamacare yang menjamin akses kesehatan warga. Dia menyarankan warga AS untuk mendukung polisi dan korban kejahatan.

Trump juga menjanjikan keringanan pajak bagi warga kelas menengah. Dia akan memotong pajak industri untuk meningkatkan ekspor AS. Selanjutnya, dia akan merenegosiasi kesepakatan perdagangan dengan negara lain.

Lebih lanjut, Trump meminta Kongres untuk meloloskan paket infrastruktur senilai USD1 triliun. Dia juga akan mengizinkan pembangunan pipa minyak untuk menghidupkan industri.

Kemudian, dia akan menghidupkan kembali industri yang sekarat. Pidato Trump menunjukkan dia memiliki karakter sebagai pembuat keputusan, penjual, dan pemersatu. Dia tampil lebih inklusif setelah lima pekan dilantik sebagai presiden.

Trump memanfaatkan kesempatan pidato itu untuk menyampaikan pesan kalau dia membutuhkan Republik dan Demokrat. “Ini adalah visi kita. Ini adalah misi kita. Namun, kita bisa mencapainya jika ada kebersamaan,” tuturnya.

Momen paling emosional pada pidato Trump adalah saat dia menyebut Carryn Owens, janda William “Ryan” Owens, yang tewas dalam penyerbuan Al-Qaeda di Yaman.

Presiden Trump dan seluruh anggota parlemen berdiri dan memberikan penghormatan kepada Carryn Owens. “Misi yang dilaksanakan suami Carryn itu untuk mendapatkan data intelijen yang vital yang dikuasai gerilyawan,” kata Trump.(exe/ist)


0 Komentar