Jumat, 24 Februari 2017 21:56 WIB

Leicester Utamakan Kepentingan Jangka Panjang

Editor : Eggi Paksha
Aiyawatt Srivaddhanaprabha. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Claudio Ranieri menjadi pelatih keempat yang berhasil mengantarkan klub yang ditanganinya juara Liga Inggris dan harus meletakkan jabatannya sebelum akhir musim berakhir.

Sebenarnya ini bukan kabar yang mengejutkan buat penggemar Leicester City ketika mereka mendengar keputusan klub memecat pelatih yang berhasil mengantarkan tim kesayangan mereka merebut juara di kompetisi domestik pada musim lalu.

Pasalnya, performa Leicester menurun drastis. Sepanjang musim ini The Foxes telah menelan 14 kekalahan dan enam hasil imbang. Klub yang berhasil mengakhiri dahaga selama 132 tahun itu hanya merasakan lima kemenangan dari 25 penampilan di Liga Inggris. 

Yang lebih parahnya lagi Leicester belum memetik kemenangan sejak pergantian tahun. Hasil minor tersebut menyebabkan Leicester hanya terpaut satu angka dari penghuni degradasi. Karena itu, manajemen tim sepakat untuk memberhentikan Ranieri.

"Ini adalah keputusan yang paling sulit yang pernah kami buat dalam hampir tujuh tahun sejak King Power mengambil kepemilikan Leicester City. Tapi kami berkewajiban untuk menempatkan kepentingan jangka panjang klub di atas semua rasa sentimen pribadi, tidak peduli seberapa besar kontribusi yang telah dibuat oleh Ranieri," cetus," Wakil Ketua Klub, Aiyawatt Srivaddhanaprabha, seperti dikutip Soccerway, Jumat (24/02/2017). 

"Kami tentunya tidak akan pernah melupakan kontribusi yang telah dibuat Ranieri. Karena dia mampu menghadirkan suasana baru dan telah mencerminkan pengalaman yang luar biasa ke Leicester City. Pesona dan kharisma telah membantu mengubah persepsi klub dan mengembangkan profil pada skala global. Kami akan selamanya berterima kasih kepadanya atas apa yang telah membantu kami untuk mencapai tujuan," sambungnya.

Srivaddhanaprabha menambahkan klub sebenarnya menyadari bahwa apa yang terjadi pada musim lalu tidak mungkin bisa ditiru di musim ini. Tapi manajemen ingin memastikan Leicester tetap bertahan di Liga Inggris musim depan.

Untuk pengganti pelatih berkebangsaan Italia tersebut, klub telah menunjuk Craig Shakespeare dan Mike Stowell akan mengambil alih sementara dari tim pertama.

"Memang benar bahwa kami memiliki tujuan untuk tetap tampil baik di Liga Inggris, itu adalah target pertama kami di awal kompetisi. Tapi kami sekarang dihadapkan dengan situasi untuk mencapai tujuan itu dan kami merasa perlu untuk memaksimalkan kesempatan di 13 pertandingan terakhir," tutup Srivaddhanaprabha.(exe/ist)


0 Komentar