Kamis, 02 Februari 2017 22:39 WIB

Kementan Akui Harga Gabah Merosot

Editor : Eggi Paksha
Amran Sulaiman. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, mengklaim produksi pangan pada awal 2017 lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, terlihat dari stok beras di gudang Bulog sejumlah daerah.

Ketika membuka Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Penas Petani Nelayan XV tahun 2017 di Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (02/02/2017), Amran mengungkapkan stok beras di gudang Bulog di Jawa Tengah, Jawa Barat maupun Jawa Timur saat ini dalam kondisi penuh bahkan telah dikirim ke beberapa wilayah di Kalimantan dan Sumatera.

Penas Petani Nelayan XV akan di gelar di Provinsi Aceh pada 6-11 Mei 2017 berlokasi di kompleks Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh yang rencananya dibuka Presiden Joko Widodo serta diikuti 35 ribu peserta dari seluruh Tanah Air.

"Tahun lalu pada awal tahun kosong (stok beras di gudang Bulog). (Berkat) suatu perbaikan sistem produksi telah terjadi pada akhir 2016 dan awal tahun 2017 ini, sehingga gudang Bulog di beberapa provinsi penuh seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur," katanya.

Namun demikian, Kementerian Pertanian mengakui, harga gabah di tingkat petani saat ini merosot berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp3.700/kg yakni mencapai Rp2.900 hingga Rp3.300/kg gabah kering panen (GKP).

Berdasarkan data Kementan harga GKP di tujuh Kabupaten per 2 Februari 2017 yaitu di Purworejo berkisar Rp3.300/kg, lalu di Jepara Rp3.400, di Kendal Rp3.600, di Banjarnegara Rp3.500, di Grobogan berkisar Rp3.500, di Rembang Rp3.500, dan di Tuban berkisar Rp3.700.

Terkait kondisi tersebut, Amran mengharapkan Bulog segera melakukan gerak cepat untuk menyerap gabah petani sesuai dengan HPP yang telah ditetapkan pemerintah.

Senada dengan itu Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Winarno Tohir menyatakan, pada bulan November hingga Februari biasanya stok beras sedikit namun pada Januari hingga Februari saat ini justru mencapai dua kali lipat stoknya sehingga gudang Bulog Penuh.

Oleh karena itu ketika memasuki musim panen raya kali ini pihaknya meminta Bulog segera menyerap gabah petani untuk meningkatkan stok BUMN tersebut.

"Kami meminta Bulog supaya menyiapkan gudang-gudang penyimpanan beras dan mengirim kelebihan stok beras ini ke Provinsi yang sedang kekurangan stok beras, sehingga harga petani tidak jatuh. Jangan sampai petani yang sudah susah payah mengurus sawahnya, harus merasakan harga yang jatuh juga," ujar Winarno.(exe/ist)