Rabu, 11 Januari 2017 01:14 WIB

Kebijakan FIFA Dinilai Berbau Politik

Editor : Eggi Paksha

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Tidak semua pihak mendukung keputusan FIFA menambah kontestan Piala Dunia 2026 hingga seterusnya.

Asosiasi Klub Sepak Bola Eropa (ECA) jadi salah satu yang mengkritik kebijakan tersebut. Berdasarkan rapat yang diikuti 37 anggota Dewan FIFA di Zurich, Selasa (10/1/2017), memutuskan bahwa mulai Piala Dunia 2026 dan selanjutnya akan diikuti 48 peserta.

Artinya, ada penambahan 16 kontestan dari semula 32 tim. Tambahan sebanyak 16 tim itu nantinya berasal dari enam zona yakni Eropa, Afrika, Asia, Amerika Latin, CONCACAF, Oceania dan ditambah tuan rumah. Namun, masih belum diketahui seperti apa pendistribusinya.

Soal pengaturan babak penyisihan di Piala Dunia 2026 bakal dibagi dalam 16 grup yang masing-masing terdiri dari tiga tim. Konon perubahan ini demi melindungi para pemain agar tidak kelelahan atau mengalami cedera.   

Tapi, ECA tidak sependapat dengan kebijakan FIFA ini. Mereka merasa tidak ada keuntungan dari perubahan tersebut. ECA mengklaim format 32 tim sudah sempurna dan tidak perlu diubah.

“Demi kepentingan fans dan pemain, kami meminta FIFA untuk tidak menambah peserta di Piala Dunia. Politik dan perdagangan seharusnya tidak dijadikan prioritas dalam sepak bola,” ucap Karl-Heinz Rummenigge, selaku ketua ECA.

ECA menilai kebijakan ini berbau politik karena dulu sempat dijadikan alat kampanye. Sebelum Gianni Infantino terpilih jadi Presiden FIFA, dia sempat berjanji akan menambah jumlah peserta Piala Dunia.   

“Kami tidak melihat adanya keuntungan mengubah format 32 peserta yang terbukti jadi formula sempurna dari semua aspek. Pertanyaan juga muncul mengapa terburu-buru mengambil keputusan mengenai hal sepenting ini,” tutup Rummenigge.

Rummenigge mengaku pihaknya tidak mengerti mengapa keputusan itu langsung diberlakukan pada Piala Dunia 2026 atau sembilan tahun tahun lagi. Terlebih tanpa keterlibatan menyeluruh dari pemilik saham.(exe/ist)