Selasa, 10 Januari 2017 18:41 WIB

Arbi Sanit Komentari Mulut ‘Comberan’ Ahok

Reporter : Evi Ariska Editor : Hermawan
Arbi Sanit.

JAKARTA, Tigapilarnews.com - Pengamat politik Arbi Sanit, turut mengomentari pernyataan calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang sempat menyebut mulutnya ibarat ‘comberan’.

Menurut Arbi, hal itu tidak perlu dilakukan Ahok. Arbi menilai mulut comberan Ahok sebagai sebuah kelebihan dan bukan kekurangan.

"Saya rasa itu bukan kekurangan. Justru itu harus jadi kelebihan Ahok. Artinya, dia tidak takut dimusuhi, tidak takut di benci, atau nanti tidak dipilih, karena yang terpenting apa yang dia lakukan karena benar dan jujur. Entah risiko ada segelintir orang marah atau kecewa biarin aja. Karena itu yang diperlukan di Jakarta," tandas Arbi, saat dikonfirmasi, Selasa (10/1/2016).

Oleh sebab itu, Arbi berpendapat, Ahok harus tetap tampil apa adanya dan tidak perlu mengubah apa-apa. Lagi pula karena mulut comberan-nya yang membuat dia dicintai masyarakat.

"Jadi dia jangan sampai merasa mulutnya yang suka ceplas-ceplos adalah kelemahan. Jangan sampai itu membuat dia terpuruk. Karena selama ini banyak orang mencintai dan mendukung dia karena karakternya, Ketegasannya itu. Itu yang diperlukan rakyat Jakarta," ungkap Arbi.

Senada dengan Arbi, Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menilai, gaya bicara Ahok bukanlah suatu kekurangan yang harus diubah dalam debat antar kandidat nanti.

"Itu kelebihan dia. Justru kalau Ahok berubah itu aneh. Jadi harus tetap jadi diri sendiri, cuma kasarnya yang enggak boleh," jelas Pangi.

Sebelumnya, Ahok meminta doa dari pendukungnya agar dalam debat perdana kandidat Pilkada DKI 2017, yang akan digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI, pada Jumat (13/1/2017), dia bisa mengontrol diri dalam bertutur kata.

"Tolong bapak dan ibu semua, doakan saya supaya bisa mengendalikan diri pada debat 13 Januari nanti. Doakan saya agar mulut comberan saya tidak keluar," kata Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/1/2017).

 


0 Komentar