Selasa, 10 Januari 2017 07:44 WIB

Obama dan Michelle Sampaikan Pesan Terakhir

Editor : Eggi Paksha
Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama (kanan) dan Michelle Obama

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama dan Ibu Negara Michelle Obama, menyampaikan pesan-pesan terakhir pada masa akhir kekuasaan.

Michelle menyampaikan pesan tersebut di depan para konselor Sekolah Menengah, dan Obama akan menyampaikan pidato perpisahannya di Chicago.

Michelle menyerukan anak muda AS untuk tidak takut menghadapi masa depan, tetapi harus berjuang untuk meraihnya. ”Anda tidak bisa mengambil kebebasan yang Anda berikan,” katanya dilansir AFP.

Dia justru meminta agar anak muda harus melindungi dan mempertahankan kebebasan tersebut. ”Jangan khawatir. Tetap fokus, bulatkan tekad, dan kendalikan diri,” tuturnya.

Dia berharap anak muda memimpin dengan contoh dan harapan. ”Jangan pernah takut,” sarannya dengan penuh emosional. Dia mengungkapkan itu pesan terakhir kepada anak muda. Michelle juga mengungkapkan bahwa AS milik semua orang dari beragam latar belakang dan perjalanan kehidupan. 

”Keragaman kita - perbedaan kepercayaan dan warna kulit - bukan ancaman kepada kita,” tuturnya.

Dia mengatakan, semua agama baik Islam, Kristen, Yahudi, Hindu, maupun Sikh mengajarkan anak muda tentang keadilan, semangat, dan kejujuran. Dia mengungkapkan, anak muda yang orang tuanya adalah migran juga harus bangga karena itu tradisi AS. 

Migran merupakan tradisi masuknya budaya, bakat, dan ide baru. Itu terjadi dari generasi ke generasi. ”Migran yang membuat kita menjadi negara terhebat di bumi,” kata Michelle.

Sementara itu, Presiden Obama menyampaikan pesan pendahuluan sebelum pidato perpisahan. Pesan itu disampaikan dalam pidato mingguan yang disiarkan melalui radio. 

Dia menyarankan pentingnya masyarakat untuk bekerja sama untuk perubahan. ”Sepanjang karier saya ketika orang biasa terlibat, dan bahu-membahu, dan bekerja sama, perubahan akan menjadi lebih baik,” tutur Obama.

”Itu kepercayaan yang menjadi jantung pengalaman warga AS,” ucapnya. 

Politikus kelahiran Hawaii itu akan menyampaikan pidato perpisahan Selasa (10/01/2017) di Chicago. ”Chicago bukan hanya kota asal saya - di mana saya bertemu istri dan kita membangun keluarga, tetapi kota di mana karier saya dalam melayani publik dimulai,” tuturnya. 

Gedung Putih menyatakan pertama kalinya presiden memilih kembali ke kota asalnya untuk berpidato. Pidato perpisahan merupakan tradisi bagi presiden AS yang akan lengser. Tradisi itu pertama kali dimulai sejak Presiden AS, George Washington pada 1796.(exe/ist)


0 Komentar