Senin, 09 Januari 2017 14:30 WIB

Tampik Tudingan Penistaan Agama, Ahok-Djarot Sebar Pamflet Soal Tafsir Al-Maidah 51

Reporter : Arif M Ryan Editor : Hermawan

Laporan: Arif Muhammad Riyan

JAKARTA, Tigapilarnews.com - Calon gubernur Jakarta Basuki Thajaja Purnama (Ahok) tampaknya tak mau setengah-setengah menampik tudingan penistaan agama yang dialamatkan kepadanya.

Meski tengah berjuang di pengadilan sebagai terdakwa, Ahok ternyata menyelipkan 'pembelaannya' saat melakukan kampanye.

Seperti yang terlihat dalam kampanye pasangannya, Djarot Saiful Hidayat di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (9/1/2017).

Sambil sosialisasi menyapa warga, Djarot melalui tim relawannya juga menyebar selebaran atau pamflet berwarna terkait surah Al Maidah ayat 51 yang dikutip Ahok di Pulau Seribu September tahun lalu.

Dalam pampflet tersebut, satu halaman penuh kertas HVS berisi tafsir-tafsir dan contoh sejarah bagaimana pemimpin nonmuslim bisa memimpin di daerah yang mayoritas muslim.

"Perempuan Kristen, Vera Baboun menjadi gubernur di kota Betlehem di Palestina yang 90 persen beragama Islam. Perempuan Kristen, Februniye Akyol menjadi walikota Mardin di Turki yang 97 persen warganya beragama Islam," demikian tertulis dalam pamflet

Belum cukup, tulisan yang diberi judul 'Tafsir Ormas vs Fakta Sejarah Islam dari Zaman Khilafah hingga Sekarang' itu juga menyertakan sejarah peradaban Islam tentang pemimpinnya yang nonmuslim.

Khalifah Mu'awiyah pernah mengangkat seorang pendeta Kristen Jhon dari Damaskus menjadi Bendahara.

Begitu juga pada era kekuasaan Khalifah Abbasiyah ke-16 Al-Mu'tadhid seorang Kristen bernama Umar bin Yusuf diangkat sebagai gubernur Provinsi Al-Anbar Irak.

Bagaimana tafsir surah Al-Maidah 51 dalam Pilkada DKI 2017 di Indonesia? Apakah Al-Maidah 51 berlaku umum bagi semua partai Islam dalam semua pilkada atau hanya berlaku khusus di Jakarta?.

"Tahun 2012, PKB mengusung dan sukses memenangkan pasangan cagub-cawagub Cornelis (petahana) dan Cristiandy Sandjaya, keduanya Nasrani, di Pilgub Kalimantan Barat yang mayoritas penduduknya Islam," kutip selebaran itu.

Tahun 2015, PKS dan PKB nekat mengusung dan memenangkan seorang Pendeta Kristen-Thionghoa, Thes Hendrata, di Pilbup Kabupaten Kepulauan Sula yang mayoritas penduduknya 96,94 persen beragama Islam. Dua kandidat lawannya seluruhnya beragama Islam.

 


0 Komentar