Jumat, 23 Desember 2016 10:34 WIB

Bea Cukai Musnahkan Ribuan Miras dan Barang Ilegal Hasil Penindakan

Editor : Luki Junizar
Laporan: Muchammad Syahputra

JAKARTA,Tigapilarnews.com - Bea Cukai melakukan pemusnahaan berbagai jenis barang diduga telah merugikan negara dalam kurun waktu beberapa belakangan ini.

Diketahui, pemusnahan sudah dilakukan 2 kali sepanjang tahun 2016, dalam kesempatan tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, mengatakan, miras dan rokok ilegal yang dimusnahkan merupakan barang-barang yang melanggar Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai.

"Miras dan rokok ini kami tindak karena dilekati pita cukai palsu, pita cukai bekas, dan pita cukai yang bukan peruntukannya," kata Sri Mulyani disela-sela pemusnahaan barang, di Kantor Pusat Direktorat Jendral Bea Cukai, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (23/12/2016).

Selain Menkeu, hadir juga Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M.Iriawan, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Budi Waseso, Dirjen Bea Cukai, Heru Priambudi dan unsur TNI.

img_9124

Sri Mulyani melanjutkan, barang-barang ilegal tersebut berasal dari pihak-pihak yang tidak mematuhi peraturan, sehingga berdampak pada kerugian di bidang sosial dan ekonomi.

"Dimana akan timbul persaingan usaha yang tidak sehat dengan pengusaha yang taat pada ketentuan perundang-undangan di bidang kepabeanan dan cukai," tambahnya.

Atas penindakan ini, Kemenkeu melalui Bea Cukai turut berperan mengamankan penerimaan negara dibidang cukai dan sektor industri dalam negeri.

Selain memusnahkan miras, barang-barang ilegal hasil penindakan Bea Cukai Kantor Pos Pasar Baru periode tahun 2015 hingga 2016 juga ikut di diantaranya berupa produk kosmetik, berbagai macam suplemen dan obat-obatan.

"Sex toys dan barang-barang mengandung unsur pornografi, telepon selular, minuman keras, pakaian, serta rokok ilegal sejumlah 6.033 item barang senilai Rp 138 Juta," katanya.

img_9171

Sementara itu Bea Cukai Kantor Pos Pasar Baru dan Bea Cukai Jakarta bersama BNN juga sempat mengungkap 41 kali penindakan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor (NPP) periode Januari s/d Desember 2016 sebanyak total 52.145 butir pil ekstasi, 6.742 kg sabu.

"Jadi narkoba tersebut berasal dari beberapa negara, seperti Amerika, Inggris, Belanda, Jerman, China, Taiwan, India, dan Myanmar. Modus yang sering digunakan yaitu melalui barang kiriman pos dan Perusahaan Jasa Titipan (PJT)," pungkasnya.

Sekedar informasi, dalam pemusnahan tersebut sebanyak 28.787 botol minuman keras (miras), 510 batang cerutu, dan 3,32 juta batang rokok ilegal dengan potensi kerugian negara mencapai Rp. 12,15 miliar dimusnahkan.
0 Komentar