Rabu, 14 September 2016 07:25 WIB

KPAI Jelaskan Proses AA Gatot Tipu Daya Anak di Bawah Umur

Editor : Eggi Paksha
JAKARTA, Tigapilarnews.com- Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asrorun Niam Sholeh, menjelaskan banyak anak di bawah umur yang mau diperdaya Gatot Brajamusti.


Hal tersebut, ditambahkannya, karena dijanjikan sesuatu. Mereka kerap diperdaya dengan kedok menjadi artis dan penyanyi.

"Sehingga harus ada proses 'latihan' dan karantina. Didalam proses itulah, dugaan pencabulan terjadi," kata Asrorun di kantor KPAI, Jakarta Pusat, Selasa (13/09/2016).

Asrorun melanjutkan, para korban diiming-iming sukses menjadi artis dengan syarat mau tinggal di padepokan Gatot di Sukabumi selama lima tahun.

Namun, pada kenyataanya malah terjadi proses tipu daya mulai dari penyalahgunaan narkoba dan pencabulan. "Ada tipu daya seperti makanan jin dan mengaku malaikat," tegasnya.

‎Lebih lanjut Asrorun mengatakan, sebagian besar korban  merupakan golongan masyarakat ekonomi menengah ke bawah sehingga banyak anak yang merasa tertipu dengan janji manis dari pelaku Gatot.

"Saya menduga masih banyak anak-anak lain yang menjadi korban dalam kejahatan yang dilakukan GB," tambahnya.

Nasrorun menegaskan agar pelaku diberikan sanksi tegas dan korbannya diberikan perlindungan dan pemulihan mental. "Saya sudah tugaskan tim pemulihan mental KPAI untuk membantu memulihkan mental para korban," tutupnya.(exe/ist)

0 Komentar