Rabu, 17 Agustus 2016 11:42 WIB

Fokus, Tontowi/Liliyana Abaikan Rekor Pertemuan

Editor : Eggi Paksha
JAKARTA, Tigapilarnews.com- Cabang bulu tangkis berpeluang meneruskan tradisi mendulang medali emas di pentas olimpiade.

Syaratnya, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir bisa mengalahkan pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying di partai puncak. Pasangan ganda campuran ini menjadi satu-satu andalan kontingen Indonesia mendulang medali emas di Olimpiade 2016 setelah cabang lainnya berguguran.

Jika ini berhasil, berarti tradisi meraup kepingan emas yang terputus di Olimpiade 2012 lalu bisa kembali direbut.  Tontowi/Liliyana sendiri mengaku siap tempur. Modal berharga baru saja mereka raih usai menyingkirkan ganda terkuat China, Zhang Nan/Zhao Yunlei dengan 21-15, 21-16.

Namun, Tontowi/Liliyana yang sekarang menempati peringkat dua dunia itu enggan gegabah. Rekor pertemuan selama ini coba diabaikan meski sudah menang delapan kali dari sembilan pertemuan.

Bahkan di olimpiade kali ini kedua pasangan sudah pernah bertemu di penyisihan Grup C yang berhasil dimenangkan Tontowi/Liliyana dua game langsung 21-15, 21-11.

"Kami akan melakukan evaluasi dan mempelajari permainan lawan. Di Olimpiade ini apapun bisa terjadi. Kita biasanya waspada sama top rangking, tapi malah tidak waspada sama pemain yang tiba-tiba muncul. Jadi kami harus waspada dan jangan lengah. Kasih penampilan yang terbaik. Jangan takabur dan tetap fokus. Siapa yang lebih siap itu yang menang. Tinggal adu mental aja,"ungkap Liliyana dilansir dari laman resmi PBSI, Selasa (16/08/2016).

Senang bisa menembus partai memang disambut gembira Tontowi/Liliyana. Mereka pun enggan berlarut merayakan keberhasilan ini mengingat beban sekarang ada di pundak mereka.

"Pastinya senang, tapi kami enggak mau berlarut-larut senang. Karena Malaysia juga bagus mainnya mengalahkan China. Meskipun rekor pertemuan kami lebih baik, kami harus tetap fokus dan tidak boleh lengah. Mudah-mudahan kami bisa main lebih baik dari hari ini dan menuntaskan semuanya dengan baik," kata Liliyana lagi.(exe/ist)
0 Komentar