Senin, 15 Agustus 2016 07:45 WIB

Penembakan Imam Masjid, Muslim Queens Salahkan Trump

Editor : RB Siregar
NEW YORK, Tigapilarnews.com - Penembakan Imam Masjid Queens Maulama Akonjee (55) dan asistennya Thara Unddin (65), Minggu (14/8/2016) WIB, tak terlepas dari kampanye kandidat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dia telah menciptakan Islamophobia.

Khairul Islam (33) mengatakan kepada Daily News, warga muslim wilayah Queens menyalahkan Trump yang kerap menyampaikan kampanye negatif di depan massa Partai Republik. Akibatnya berdampak negatif sehingga menimbulkan kejahatan rasial di Amerika.

Seorang muslim yang ingin berkumpul di halaman masjid di Ozone Park sebagai bentuk protes minta keadilan mengatakan, kepemimpinan seperti yang dipertontonkan Trump dan Rudy Giuliani (mantan Walikota New York) serta anggota lain dari lembaga yang memproyeksikan Islam dan Muslim sebagai musuh, penembakan Imam Masjid Queens merupakan hasil akhir dari kejahatan mereka.

Direktur Eksekutif Dewan Hubungan Islam Amerika (CAIR) New York, Afaf Nasher mengungkapkan, penembakan itu pelajaran berharga. Warga Amerikan tidak perlu menjadi seorang Muslim, atau tidak perlu menjadi orang beriman, tetapi diperlukan memiliki hati nurani untuk melihat kasus ini.

"Bayangkan orangtuamu ditembak tanpa alasan lalu dibiarkan. Apakah ini tidak memotivasi Anda untuk bersuara. Saya, mengatakan ini terutama kepada orang-orang baik dalam komunitas muslim maupun di luar. Setiap orang dari kita memiliki tanggung jawab," kata Afaf.

Polisi mengatakan, sejauh ini tidak melihat bukti tewasnya Imam dan asistennya itu karena status mereka sebagai muslim.(i)

0 Komentar